Saturday, 19 September, 2020

Daily Literacy zone

PINJAM BAHU SAKTIMU


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Pinjamkan bahumu sesaat, biar aku tak tersesat. Sekian lama berkarat, membawa amanat. Mencoba taat walau lelah teramat

Melepas penat dan sedikit nikmat. Walau beban memberat, asal pelukmu erat merapat.

Apa hal yang paling perempuan sukai dari lelaki? Entah itu dari ayah, kakak, kekasih atau suami.

Yup! Bersandar di bahu atau di dadanya. Pasti semua wanita akan berkata bahwa perasaan yang sedang gundah gulana, galau meraja, langsung lenyap dalam seketika. Apalagi kalau kalian lelaki, sekalian tuh bikin paket lengkap. Apa itu? Mengusap kepalanya, membelai rambutnya dan memeluknya erat sambil mencium ubun-ubunnya.

Wow! Dahsyat! Dijamin wanita bakalan langsung klepek, klepek. Hmm.

Penulis sendiri belum menemukan referensi yang akurat tentang “kenapa harus bahu atau dada pria?”. Karena pasti berbeda dengan proses bonding antara bayi dan ibunya. Tapi bisa saja detak jantung teratur atau hembusan napas yang berirama lembut dari para lelaki berguna menenangkan hati wanita yang sedang tak karuan? Wallahu alam bishawab.

Cuma, sayangnya, tidak semua lelaki paham itu. Ketika wanitanya menangis atau sedang galau, dibiarkan saja, ditinggal tidur, bahkan ditinggalkan dan menemui perempuan lain. Bukannya dipeluk, malah disuruh diam, dan diledek cengeng. Waduh, Bang. Hati perempuan mana yang tidak tambah merana kalau begitu. Hiks hiks.

Kalau perempuan tak kuat iman, bisa saja dia mencari “sandaran” di luaran sana. Apalagi jika ada lelaki bukan mahrom yang menawarkan bahunya secara gratis, padahal sebatas modus untuk berbuat “nackal”. Ugh! Bahaya kan itu, Bang? Mas? Uda?

Jangan mengobral bahumu pada wanita non mahrom yang sekadar menggodamu untuk sesaat, hai kaum pria! Jika wanita halalmu saja tak pernah kauizinkan bersandar di bahumu. Memangnya kau takkan cemburu jika wanitamu bersandar pada bahu pria asing?

Betapa banyak kasus KDRT, perselingkuhan, atau perceraian yang kadang berawal dari hal-hal sepele seperti enggan dan lupa memberikan bahumu untuk wanita halalmu. Sehingga wanitamu lari mencari “rumah” yang bisa membuatnya nyaman dan merasa terlindungi. Yaitu bahu seorang pria. So simple!

“Kamu itu banyak maunya. Menuntut ini itu. Awas aja, aku poligami baru tahu rasa!”

Wah, pernah mendengar ancaman jenis ini DLZers? Ancaman seorang lelaki pada wanitanya. Ada beberapa “oknum pria” yang bertipe begini. Mungkin maksudnya membuat nyali wanitanya ciut. Apa mau dikata, bukannya mengkeret, sang wanita balik semakin kuat melawan.

“Sana cari perempuan lain! Dasar lelaki tak tahu diri! Bisanya mengancam bukannya memberi solusi. Sana pergi! Aku juga sudah muak dengan kepemimpinanmu yang nggak becus dalam rumah tangga ini!” teriak si wanita tak mau kalah beringas.

Wah, persis sinetron di tv ya. Perang tak berkesudahan. Yang ada suasana tambah panas. Penonton yang melihatnya juga ikut meradang. Terus menonton hingga selesai tetapi mulutnya tak berhenti mengucapkan sumpah serapah. Bikin gereget tapi seru, kan? Wkwkwk ….

Ungkapan bahwa wanita itu adalah tulang rusuk yang bengkok sehingga kalau dipaksakan lurus dia akan patah sepertinya benar, ya? Tak semua wanita itu mau tunduk patuh pada lelakinya, lho. Apalagi pada lelaki yang zalim dan dengan cara-cara kekerasan. Diluruskan patah. Mau dibuat takluk tapi malah makin menjadi. Bukannya selesai dan mereda tapi malah tambah runyam. Olala ….

Nah, para “tulang punggung”. Jika “tulang rusuk”mu membuat ulah, jangan langsung terpancing emosi, ya. Cukup menghela napas sesaat lalu panggil wanitamu dan tepuk dada atau bahumu untuk mereka bersandar. Sambil memanggil dengan rayuan atau kata-kata mesra. Dijamin, “singa betina” yang sedang mengaum mendadak berubah jadi “kelinci manis” yang imut-imut menggemaskan. Coba deh.

Penulis jadi teringat ketika Rasulullah SAW marah dan memanggil Bunda Aisyah ra. Bunda Aisyah ra mendekat ragu dan takut dimarahi. Namun apa kata beliau?

“Telah reda amarahku saat melihat wajahmu, wahai Humaira.” Dengan kata-kata lembut dan nada lunak.

Masya Allah, wanita mana yang tidak meleleh diperlakukan begitu? Super duper romantis!

Wanita itu ketika sedang lelah atau tertekan, kadang butuh pelampiasan. Namun, tak semua mengerti harus melampiaskannya dengan cara apa. Yang termudah dan terdekat, ya bahu atau dadamu, wahai para lelaki.

So, para lelaki. Pinjamkan bahu saktimu untuk wanita halalmu. Pinjam sebentar saja dan insya Allah perang Bratayuda atau perang Bubutan jilid 2 takkan terjadi. Murmer tapi berefek dahsyat, bukan?

***

Jumat, 17 Dzulhijjah 1441 H/ 7 Agustus 2020.

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

4 comments on “PINJAM BAHU SAKTIMU

Ribka ImaRi

Lekaki idaman wanita๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Reply
DLZ Admin

Betul, betul, betul๐Ÿคญ๐Ÿ˜˜

Reply
Suratmi Supriyadi

Alhamdulillah sudah bisa kasih bintang.

Reply
DLZ Admin

Terima kasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ™

Reply

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: