Wednesday, 28 October, 2020

Daily Literacy zone

BEHIND THE SCENE ANTOLOGI “INI RUMAH (TIDAK) KOSONG”


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Apa sih yang terlintas di pikiran Sobat DLZErs jika mendengar kata “horor”? Pasti langsung terbayang yang seram-seram, menakutkan, bikin merinding, dan sebagainya. Terutama bagi sebagian orang yang lebih senang untuk memilih menjauhi hal-hal tersebut dibandingkan dengan menghadapinya.

Sebenarnya banyak berita yang mengisahkan hal-hal menyeramkan di balik pembuatan film-film horor. Bahkan di negeri Paman Sam, beberapa film horor yang box office justru menuai banyak pro dan kontra tentang keberadaan kutukan ataupun hal-hal misterius, gaib, dan menimbulkan banyak teka-teki tentang kebenarannya. Konon beberapa kemalangan yang dialami kru dan para artisnya berkaitan erat dengan film yang digarap tersebut.

Apakah benar di setiap penggarapan karya-karya bertema horor selalu diikuti hal-hal mistis di sebaliknya? Wallahu alam bishowab. Hanya Allah SWT saja yang tahu kebenarannya. Bagi kepercayaan muslim, hal-hal berkaitan dengan nasib buruk itu bukan berdasarkan campur tangan makhluk gaib, tetapi memang sudah merupakan skenario yang Allah tuliskan jauh sebelum manusia itu sendiri diciptakan.

Mencoba genre baru, mengasah skill untuk bisa menuliskan beragam genre, tentunya merupakan sebuah tantangan seru yang mengasyikkan bagi sebagian penulis. Di beberapa platform kepenulisan fiksi, saya pernah melakukan survei kecil-kecilan dan menemukan fakta bahwa genre terbanyak adalah romance alias seputar percintaan, sementara genre lain tidak terlalu mendominasi. Bahkan ada yang di-copas berulang oleh para penulis yang memilih genre horor tersebut. Jadi judul memang beraneka ragam tetapi isi nyaris atau bahkan 100% sama.

Kenapa kita tidak mencoba genre yang berbeda dari yang biasa ditulis? Kenapa tidak mencoba menceritakan kisah orisinal kita atau orang-orang terdekat untuk semakin meramaikan genre horor? Tentu bukan tujuan untuk membuat orang lain menjadi “parno” atau tersugesti sehingga mengalami halusinasi penglihatan seputaran makhluk tak kasat mata. Tetapi hanya ingin membagikan kisah yang bisa jadi tak hanya dialami oleh sendiri saja tetapi juga dialami oleh orang lain. Efek baiknya (semoga) kadar ketakutan manusia kepada “mereka” bisa diminimalisir dan hanya takut untuk lalai hanya kepada Allah SWT saja. Bukankah kedudukan manusia sebenarnya lebih mulia dari mereka?

Benar kita hidup tak hanya “sendiri”. Ada hewan, tumbuhan, malaikat, dan bangsa jin yang diciptakan-Nya untuk mengisi dunia ini. Ada yang dikenakan dosa akibat perbuatannya, ada yang selalu tunduk patuh mengikuti aturan-Nya tanpa terkena dosa, dan sebagainya.

Tetap mendekat pada-Nya. Tetap berpikiran sehat dan positif. Tetap tak pernah meninggalkan ibadah kita sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Tetap menjaga batas wilayah alias ranah masing-masing. Tidak sompral. Tidak mengundang hal-hal yang bisa merusak batas wilayah masing-masing.

Bicara tentang proyek nulis, alhamdulillah, antologi IRTK ini akan segera melaju menuju proses selanjutnya setelah kurang lebih hanya 2-3 pekan saja sejak awal promosi, sudah langsung full seat dan terkumpul naskah sebanyak 21. Semoga lancar sampai bukunya terbit. Aamiin. Berminat untuk mencoba genre horor juga, Sobat? Nantikan event selanjutnya, ya.

Baca juga : IRTK after MADSK

Salam literasi.

22 September 2020.

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva.

dailyliteracyzone.com/ rheailhamnurjanah

0 comments on “BEHIND THE SCENE ANTOLOGI “INI RUMAH (TIDAK) KOSONG”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: