Monday, 17 January, 2022

Daily Literacy Zone

BERALIH GENRE ITU SERU ATAU MENAKUTKAN?


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb. Hai, Sobat DLZers, apa kabarnya? Sudah menulis apa hari ini? Bagaimana dengan genre yang sedang kita tekuni dan kerjakan? Apa sudah menjajal beragam genre atau masih setia di satu genre saja?

Sempat ada beberapa orang kawan penulis yang bertanya bagaimana cara untuk beralih genre atau menjajal genre baru selain yang selama ini ditekuni? Sebab rata-rata merasa tidak percaya diri dan ragu untuk mencoba. Khawatir hasilnya buruk dan sebagainya.

Nah, supaya kita tidak ragu ataupun takut, simak uraian berikut:

1. Ikut pelatihan kelas genre lain.

Saat ini banyak sekali kelas-kelas online yang menawarkan beragam jenis kebutuhan bagi penulis. Ada yang menawarkan genre anak, horor, komedi, dan sebagainya. Tinggal kita pilih mana yang diminati. Cari saja di berbagai media sosial di internet, atau langsung googling di google. Mudah, kok.

2. Baca tulisan sesuai genre.

Belum berminat ikut kelas online untuk genre tertentu? Lebih suka belajar secara otodidak? Boleh-boleh saja. Banyak sekali jenis genre yang terbit di berbagai platform nulis online. Kita bisa membaca jenis tulisan yang menjadi best viewers ataupun yang direkomendasikan oleh editor platform tersebut. Sambil membaca, sambil dipelajari.

3. Latihan menulis genre berbeda

Setelah banyak membaca dan mempelajari genre yang kita minati, saatnya memulai untuk menulis karya sendiri. Kita bisa mixed dua atau lebih untuk genre, atau hanya memilih satu saja. Contoh mixed genre: romance comedy, romance tragedy, teenlit romance, horor comedy, dan sebagainya.

4. Posting tulisan tersebut.

Mempelajari sudah, menulis hingga lahir sebuah karya sudah. Maka langkah selanjutnya adalah memublikasikannya. Kita bisa memosting di akun media sosial yang dimiliki, bisa di website atau blog pribadi, bisa di platform menulis online, dan sebagainya.

Jangan hanya disimpan dalam bank naskah tanpa pernah dipublikasikan, ya? Kita perlu untuk berani memperlihatkannya ke publik untuk memperkenalkan penulis bergenre apakah yang sedang ditekuni saat ini. Atau kita bisa memakai jasa first reader sebelum melemparkan karya kita ke pasaran.

5. Minta krisan pada pembaca.

Jika sudah memublikasikannya, mintalah pembaca karya kita untuk memberikan krisan. Namanya baru mencoba menulis genre baru, jangan anti kritik, ya? Karena kritikan dan saran itu jika dilihat dari sudut pandang yang positif, berguna untuk masukan agar kita bisa melakukan perbaikan. Sebuah karya perlu dikritisi dan diberi saran agar semakin baik kualitasnya.

6. Eksplor beragam genre.

Jika sudah merasa sukses dengan satu atau dua genre dan berniat untuk menekuninya, maka selalu bersikap profesional, ya? Jika belum merasakan klik dengan genre yang dicoba, kita bisa mencoba genre-genre yang lain hingga menemukan di genre mana yang terasa asyik dan nyaman untuk diseriusi.

7. Observasi respon pembaca.

Hampir relevan dengan poin nomor 5, kita perlu memerhatikan respon pembaca yang menikmati karya kita. Genre apa yang paling banyak direspon oleh pembaca? Bisa jadi itulah genre keahlian yang bisa kita perdalam dan kembangkan.

Bagaimana? Sudah mulai memantapkan diri untuk mencoba sebuah genre atau mixed genre yang selama ini belum pernah dilirik? Selamat mencoba dan berkarya!

Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “BERALIH GENRE ITU SERU ATAU MENAKUTKAN?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: