Tuesday, 22 September, 2020

Daily Literacy zone

BERAPA ANGKA AMAN PERNIKAHAN?


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

“Pernikahan itu 5 tahun pertama penyesuaian, jika lulus, belum bisa dikatakan aman. Melewati 5 tahun berikutnya dan terlewati dengan baik, maka rumah tangga aman. Sebab biasanya di rentang 5 hingga 10 tahun beragam konflik dan gejolak mulai bermunculan. Melewati usia 15 tahun pernikahan, masih awet? Artinya rumah tangganya bakalan langgeng seterusnya.”

Pernah menemukan, mendengar, atau membaca anggapan tersebut di atas, Sobat DLZers? Topik tentang fase-fase usia pernikahan yang dianggap aman maupun yang rentan keretakan.

Sebenarnya tidak ada referensi khusus terkait hal ini. Pun, tak ada penentuan klasifikasi tentang angka aman usia pernikahan sebab tak ada satu pun kondisi pernikahan yang sama.

Ada yang baru menikah satu hingga dua tahun, tetapi berujung perceraian. Baik cerai hidup maupun cerai mati. Ada yang menikah sudah puluhan tahun, di saat sudah sama-sama menua malah memutuskan untuk saling berpisah. Ada yang awet menikah hingga puluhan tahun tetapi penuh konflik setiap saat. Ada yang ketika menikah selalu berseteru, tetapi menjadi akur layaknya dua orang sahabat ketika sudah berpisah.

Ada yang baru 3 hingga 5 tahun belum memiliki buah hati lantas memutuskan berpisah. Ada yang puluhan tahun menikah dan tak dikaruniai anak tetapi terus awet hingga kakek-nenek. Ada pula yang meski sudah memiliki beberapa anak, nyatanya tetap tak sanggup untuk saling bertahan.

Beragam kasus. Beragam jalan. Beragam sebab.

Masalah jodoh, memang hanya menjadi urusan Allah saja. Skenario apa yang sudah ditetapkan-Nya pada kita, hanya bisa dijalani dengan selalu sabar dan berbaik sangka. Tak ada satu pun standarisasi atau patokan tertentu untuk menjamin keberlangsungan dan kelanggengan usia suatu pernikahan.

Pernikahan, adalah penyatuan dua pribadi yang berbeda karakter dan sifat. Butuh kerjasama dari kedua pihak untuk menyelaraskan dua pikiran, dua hati menjadi satu langkah dan satu tujuan yang sama. Jika hal ini berhasil, maka suatu rumah tangga akan tetap utuh, bahkan mungkin hingga di surga-Nya. Tetapi jika kedua belah pihak tak mau saling berkompromi dan bekerjasama maka jangan harap rumah tangga akan utuh dan awet selamanya.

Maka, yang perlu kita lakukan dalam menjaga pernikahan masing-masing adalah menguatkan niat dan tekad, beribadah hanya semata untuk Allah SWT saja. Berupaya dalam bentuk ikhtiar, namun dibarengi dengan tawakal. Tidak membabi buta dalam saling mencintai, tetapi rasa cinta harus diletakkan dalam bingkai ketaatan kepada Allah SWT. Dalam arti kata lain, cinta masing-masing pihak harus lebih besar kepada Rabbnya daripada pasangannya. Agar jika suatu saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan, masing-masing takkan terpuruk ataupun terguncang berlebihan.

Kita bisa meneladani kisah-kisah rumah tangga dari para Nabi dan Rasul, beserta para sahabat. Ambillah yang baik, jadikan pelajaran, dan hikmah. Bagaimana mereka tetap bisa mencintai dengan dasar keimanan kepada Allah SWT.

Jangan jadikan ukuran waktu sebagai penentu kelanggengan pernikahan. Tetapi jadikanlah niat karena ibadah yang mampu menguatkan langkah masing-masing pihak ketika pijakan mulai melemah atau tersandung kerikil.

Jika sudah melewati 5, 10, 20 tahun usia pernikahan, bahkan hingga seumur hidup kita, maka syukurilah hal itu. Mudah-mudahan semua yang sudah diperjuangkan bernilai pahala di sisi-Nya.

***

19 Agustus 2020.

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “BERAPA ANGKA AMAN PERNIKAHAN?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: