Friday, 07 August, 2020

Daily Literacy zone

CARA KEREN MENGHADAPI JULIDERS


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

“Kesel banget liatnya. Baru juga karir melesat dikit, udah sombong! Banyak polah. Aku dianggapnya nggak layak punya karya!”

“Maksudnya apa, ya? Kok, dia mempertanyakan udah berapa lama aku menggeluti profesi ini sampe bisa bikin banyak karya? Tapi dengan ekspresi yang menyangsikan.”

“Itu orang sinis banget ngasih komen saat aku membagikan dan mempromosikan karyaku ke publik. Padahal aku nggak pernah julid sama dia.”

Waow! Pernah mengeluh seperti ini pada sahabat kita, DLZers? Ketika ada orang yang julid bin sinis saat kita menampilkan karya kita pada publik. Kita pikir mereka ikut senang melihat kemajuan kita, tapi nyatanya nggak! Mereka justru menampakkan sikap seolah lebih oke dari kita dan memandang sebelah mata terhadap hasil karya kita.

Hmm. Baiknya apa yang harus kita lakukan, ya?

Pertama. Ikhlas. Kalau ada orang yang julid pada kemajuan kita, menganggap kita cuma remehan roti, biarkan saja. Ikhlasin aja. Ngapain capek-capek uring-uringan? Yang paling berhak menilai kita itu bukan dia, kan? So, abaikan saja.

Kedua. Atur napas. Ambil napas panjang pelan-pelan lalu hembuskan juga perlahan. Nikmati setiap hembusan napas yang keluar dan konsentrasi pada diri. Lakukan beberapa kali hingga ketegangan tubuh mereda dan hati terasa lebih plong. Latihan mengatur napas ini efektif ketika emosi kita mendadak naik. Yang penting, kontrol diri. Oke?

Ketiga. Hindari. Boleh nggak kita menghindari orang-orang toxic dengan memblokir akun medsos mereka misalnya? Mutusin silaturahmi nggak, sih? Hey, DLZers. Namanya juga “toxic“, beraura negatif, nggak ada pengaruh positif sama sekali. Jadi sah-sah aja kalo kita ingin menghindari atau memutuskan pertemanan dengan mereka. Daripada ke-toxic-an mereka malah mempengaruhi, mengotori hati dan pikiran kita. Malah jadi dosa kan buat kita? Lebih baik kita fokus membangun pola pikir yang positif untuk diri sendiri.

Keempat. Cari lingkungan yang sehat. Ya! Carilah lingkungan dan orang-orang yang sehat. Sehat dalam arti bisa memberikan semangat dan aura positif bagi kita. Yang tulus bersilaturahmi dan bersosialisasi dengan kita. Yang saling mendukung, bukan yang hanya senang dipuji dan disemangati tapi kemudian jadi merasa di atas angin dan berbalik meremehkan kita. Insya Allah kita akan tertular aura positifnya. Jika jiwa kita happy, maka tubuh dan pikiran juga akan ikut sehat. Sistem imunitas bekerja optimal dan berbagai penyakit bakalan jauh-jauh dari kita.

Kelima. Fokus. Apapun yang orang pikirkan tentang kita, jika tidak sesuai dengan standar kebenaran, tak usah diambil pusing. Fokus saja pada karir kita sendiri. Sibuklah berkarya. Sibuklah mengembangkan diri. Sibuklah mengasah skill kita. Jangan tengok kanan kiri. Lurus saja. Jangan buang-buang tenaga dan waktu kita untuk hal-hal yang nggak perlu.

Keenam. Produktif. Cara paling keren membalas kejulidan dan penyangsian orang pada kita itu gampang, DLZErs! Cukup dengan banyak menampilkan karya. Karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Karya yang kita buat dengan tulus dan jujur. Insya Allah, penilaian terbaik dari Allah SWT akan kita dapatkan.

Ketujuh. Lakukan semua karena Allah SWT. Sebagus apapun karya, sespektakuler apapun sebuah produk, kalau tanpa menyertai Allah di dalam setiap prosesnya, takkan berarti apa-apa. Takkan ada keberkahan yang kita dapatkan. Jadi selalu jadikan Dia, sandaran utama, fokus prioritas ketika kita akan melakukan sesuatu. Semua hinaan, cercaan, kejulidan dari manusia akan terlihat kecil dan remeh. Takkan menyurutkan langkah apalagi membuat nyali kita menciut.

Nah, gimana, DLZers? Merasa berkurang rasa sesak dalam dada setelah membaca tulisan ini? Alhamdulillah jika iya. Ingat. Jangan lupa untuk bahagia. Sesulit apapun hal yang kita alami.

Semangka! Semangat karena Allah! Salam literasi.

***

Gambar: Canva

dailyliteracyzone/rheailhamnurjanah

0 comments on “CARA KEREN MENGHADAPI JULIDERS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: