Friday, 20 November, 2020

Daily Literacy zone

Kategori: Poem


(Penulis: Haneenhan) Terkadang Allah meletakkan rahmat-Nya di tempat-tempat yang sama sekali tidak menarik bagi manusia. Terkadang Allah menyembuyikan anugerah-Nya di balik momentum yang tak terduga oleh siapa pun. Terkadang Allah melakukan penyelamatan, memberikan rezeki, serta menjanjikan rahasia-rahasia, di belakang suatu Read more…


(Penulis: Walidah Ariyani) Di hening malam aku mendekap ngiluSesal berontak meronta-rontaTik tok tik tokDentangnya menyengat nadiMendebar jantungMenyesap sepi Jelas terpampang hingar bingarFoya-foya dan serapahCaci dan gelak tanpa jedaMeredam Tuhan di balik nikmat dunia Angkuh merajaIman mengangkasaIbadah entah bila-bilaBagiku dunia ini Read more…


(Penulis: Neni Nufus) Corona tenar namamu mengangkasa rayakehalusanmu kelembutanmu tak terlihat kasat mata, pemalu berselimut virus desease -19. Gerakan gemulai dengan langkah social distancing, bak penari istana mengikuti irama gendrang liku jalanan yang tak bertepiPenuh setia menemani insan terjerat terperangkap Read more…


(Penulis: Siska Hamira) Pandemi menyerang. Mengikat kebebasan. Ciptakan derita. Bumi berduka. Sebentuk hati tertatih, menahan lara. Menyimpan rindu menanti waktu pertemuan. Wahai, Sayang, Ibu ikhlas meredam asa. Sang anak bermuram durja.Hati, sabarlah sejenak. Menanti dekapan kasih ibu, yang masih berada Read more…


(Penulis: Frida Aulia) Berkata seorang bijak, “Ujian adalah sebuah pelajaran dari Tuhanmu.” Tengadah tanganMenguntai doa harapanMeski lisan penuh ancamanTetap kecut dengan deraan Setiap inci hidup tak luput dari kesombonganHarta dan tahta digadangPenuh kepongahanBerjuta mata luput dari pandangan Masih berharap ada Read more…


(Penulis: Lia Anelia) Dulu kita berharap punya waktu luangAgar bisa berkumpul pulang Bersama keluarga tersayangTak melulu bekerja banting tulang Dulu kita bermimpi jalanan kembali lengangTak melulu macet mengular panjangHingga waktu habis terbuangDalam setiap perjalanan yang berulang Dulu kita kerap mengeluh tak Read more…


(Penulis: Fiane) Orang gila merajalela di sana-siniKatanya dia tak segan melukaiMerusak merebut mencaci makiPeringatan tetangga dulu tak kupeduliPenyesalan pun kini tak berarti Orang gila di halaman rumahkuKemeja compang-campingBagai tak berbajuBadannya rampingTapi busuk berbauPesing Dia menyusupBukan lewat pintuKini duduk nyaman di Read more…


(Penulis: Ida Saidah) Cerita tentangmu menenun takut bangsa di duniaPara pemimpin negara rumuskan aneka kebijakanDiam di rumah, swaisolasi Masjidil Haram, Nabawi, dan masjid lainnya sepi sunyiSekolah dan kampus hanya berisi bangkuKantor-kantor ditinggalkan pekerja Hiruk-pikuk pasar melemahRumah bordil, bar, kafe kehilangan Read more…


(Penulis: Isnaini Nasuka R) Semua terpekur bertanya diriAdakah ini akhir semua yang tiada kekalHanya saja ada yang tak bisa disangkalSebelum semua akibat tak bisa dihindari Tuhan merindu kita, lebih mendekat, merapatSejatinya kita tak luput akan qodratTidak DIA jadikan dunia seisinya Read more…


(Penulis: Asri Susila Ningrum) SenjaMerangkak perlahanWarna merah tembagaMembungkus cahaya mentari sore Suara azan di masjid menggemaNamun terasa lirihBagaikan sembiluTerluka AdaSuatu masaKita tidak bisaBerdoa dan beribadah di sana Padahal dahulu berat tapakMelangkah meski disuruhTapi kiniRindu SepiHanya cecakBerdendang di pojok plafonIa dan Read more…

%d blogger menyukai ini: