Saturday, 17 October, 2020

Daily Literacy zone

Kategori: Poem


(Penulis: Mira Dj) Jingga pun lindapAda jejak tertinggalTak mau hilang Rindu melantunPada angan yang berlariPudar dikejar Gunung menjulangKaki lemah terus mendakiNapas memburu Onak dan duriBukan lagi perintangPeluh bersimbah Mungkin ‘kan sampaiPada batas lelangitMereguk asa Atau terjungkalJadi seonggok tanahDi dasar hutan Read more…


(Penulis: MaySilla) Semua persiapan telah kita lakukanDari nyanyian, tarian dengan kolaborasi yang bersinergiUntuk sebuah momen yang akan menorehkan kisahPerpisahan Hingga makhluk Allah yang tak kasat mata yang diberi nama CoronaMembubarkan semua rencana kita, rencana semua manusiaAgar di rumah saja. “Bu, Read more…


( Penulis: Suratmi) Hujan .…Malam ini engkau hadir kembalimengisi relung hati. Gemuruhmu menggetarkan jemariku ‘tuk menari Jemari nan lentikMengajakku untuk menari, namun kutak kuasa diriAkhirnya kutarik kembaliSelimut yang sunyi Hujan ….Dalam derasmu, ku berdoa. Kuselipkan nama dia (Corona)hempaskan diaLenyapkan diaEnyahkanlah Read more…


(Penulis: Meyda Sultan Darusman) Aku adalah Corona. Cantik dan keren nama yang kumiliki. Aku juga salah satu makhluk ciptaan Tuhan. Tapi aku memiliki tugas yang tak biasa. Tugasku menguji umat manusia. Bukan hanya pada satu kaum, bukan banya pada satu Read more…


(Penulis: Untari) Tuhan .…Maafkan … sungguh maafkanSudah lama tangan ini tak menengadahSudah lama hati ini tak terarah Teguran-Mu kali ini sungguh hebatPongah hamba-Mu habis terbabatMembuat tawa berganti ratapMembasahi mata yang redup menatap Kalang kabutSemua berebutLari lintang pukangTakut jika dipanggil oleh-Mu Read more…


(Penulis: Dien R.) Saat kau datang menyapa .…Aku bahkan tak menganggapmu ada Saat kau menunggu untuk bertemu .…Aku tak mempersiapkan diri menyambutmu .… Saat kau memberi tanda, aku telah menunggumu .…Aku hanya menganggapmu angin lalu Kini, saat kau telah berada Read more…


(Penulis: Nurfahmi) Jemari lentiknya bergerak gemulai, menguatkan motoriknya, menuliskan apa yang ada di benaknya, sehat terus ya, Sayang Celotehannya sedari pagi hari sudah kudengar, tentang senangnya, kesalnya dan manjanya … maaf, Sayang, hampir Ibu lupakan Apa yang tidak pernah kulihat Read more…


(Penulis: Citra Dewi) Semula terasa jauhSeketika Allah dekatkanPanik, kacau, gelisahApa yang kan dilakukan? Barang diserbuHarga melejitSerba tak menentuRakyat menjerit Allah, kembali pada-MuKini aku menujuMerundukMenunduk Rumah adalah guaTempat bertaubatBerdoaMendekat Riuh dunia kini heningSemua menunggu takdirKeadaan gentingSemua berzikir Allah, nama-Mu selalu disebutDalam Read more…


(Penulis : Allys Setia) Biarkan panasnya cahaya metariEsok menyeruakan sebuah senyumku murniRancu rumput menyisakan gundah tak inginiAkar sekuat baja pun luluh menjelma putriNikmati kehendak-Nya yang kuat mengunciIndahnya keagungan Penguasa langit bumi Urungkan semua nafsu yang menggelutiNirwana membagi duka dikelukan empatiTuntun Read more…


(Penulis : Maepurple) Harapan ….Aku termenung di tepi jalanTiada asa meredup anganHanya gelap menyelimuti jalanRasa menjerit di dalam renungan Rasa sesak dada terus merontaRiak ombak menegur rasaTiada teman hanya keluargaMerengkuh badai kian lara Hai para penderitaTetap tabah dan bersabarSetiap ujian Read more…

%d blogger menyukai ini: