Monday, 21 September, 2020

Daily Literacy zone

CINTA DALAM DIAM


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

“Aku ingin meminangnya, ya Rasulullah.”

Tak hanya sekali, sahabat-sahabat sang ayah datang meminang. Berlomba mencuri hatinya untuk bersanding. Bukan tanpa ingin mereka datang bertandang. Siapa tak ingin menjadi ahlul bait bersama sang pejuang?

Salah satu jalan adalah mempersunting satu putri Rasulullah. Agar jarak yang dekat semakin erat. Ada sang mawar jelita Fatimah. Agar ukhuwah semakin lekat.

Abu Bakar telah datang bertandang. Tak sungkan meminang walau pautan usia menjadi penghalang. Fatimah menggeleng dalam bimbang. Abu Bakar menerima dengan hati lapang.

Umar datang menghadap Baginda. Mencoba peluang kiranya gayung kan bersambut. Tetapi sang jelita tiada menerima. Kembali menggeleng, tak hendak terpikat.

Ke manakah engkau wahai sang pemuda? Takkah ingin menghadap ayahanda? Aku sungguh mendamba. Aku menanti berharap dalam diam dan takwa.

Gelisah sang putri tiada terkira. Menanti Illahi akan mendengar keluh kesahnya. Mengharap sang pemuda akan datang. Menjawab semua bimbang.

Suatu hari pintu rumah mereka diketuk. Tampaklah wajah yang dinanti menunduk ragu. Jantung sang putri kembali kencang berdetak. Bilakan ketentuan datang menepis rindu?

Sang pemuda bimbang bicara. Sungguh hatinya enggan namun ia tak kuasa. Menepis rasa resah gulana. Melihat sang pujaan, bunga yang diperebutkan para pria.

Dalam diam dan tunduk Fatimah merasakan bunga merekah di dalam dada. Kala ayahanda mengabarkan sang pujaan datang mengkhitbah. Sungguh penantian akankan bermuara? Pada dia yang nyaris membuatnya menunggu dalam lelah.

Diamnya sang putri membuat senyum Baginda terkembang. Siapa tak kenal sang pemuda yang gagah? Ali bin Abi Thalib pengabdi Allah bermental tangguh. Pinangan pun dibalas putri dengan senyuman merekah.

Sang pemuda mengucap syukur alhamdulillah. Keberaniannya datang mengharap pun berbuah. Sang jelita bersyukur pada Illahi Robbi. Sebab cinta senantiasa terjaga suci.

Renungkan olehmu, wahai muslimah. Tak usah umbar cintamu pada si dia. Pinta saja pada-Nya lelaki yang saleh. Agar hidupmu kelak bahagia.

Jaga cinta dan dirimu tetap murni. Terhindar dari jamahan tangan-tangan usil. Hargai dirimu sendiri. Ikat rasa malumu dalam iman yang kekal.

Jangan ikuti ajakan setan laknatullah. Jauhi berikhtilat dari yang bukan mahrommu. Kelak Allahlah yang akan memberimu anugerah. Suami yang saleh sebagai imammu.

***

Sumber gambar : Canva

dailyliteracyzone/rheailhamnurjanah

0 comments on “CINTA DALAM DIAM

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: