Tuesday, 22 September, 2020

Daily Literacy zone

JAS MERAH KEMERDEKAAN


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Jadi ceritanya beberapa hari ini dan di beberapa grup, aku dapat postingan link dari youtube. Saat baca judulnya, sekilas hati tergelitik. Judul yang sepertinya buatku biasa. Nggak menimbulkan ketakutan apa-apa atau konotasi bagaimana. Judul tentang konten sejarah. Hanya saja memakai satu kata yang konon kabarnya sangat membuat penguasa “alergi”. Entah memang kadar sensitifnya lagi over atau gimana. Apakah kata itu? Lihat sendiri saja ya. Sudah kucantumkan di referensi pada bagian akhir tulisan ini.

Aku mulai tergelitik membuka link karena di salah satu grup ada yang laporan kalau saat mengklik link tersebut, ternyata akunnya sudah ditutup alias di banned. Wah, mulailah terbit rasa penasaran meski belum sempat membuka. Baru memutuskan untuk mendonlot dan mengajak anak-anak nonton bersama setelah bos besar share link dengan bahasan yang sama. Hanya saja postingan atau link yang kuterima terbagi jadi 3 chapter.

Saat didonlot, alhamdulillah bisa dengan mudah diakses. Akhirnya bakda salat Magrib dan magrib mengaji, aku dan anak-anak duduk manis menyimak isi film yang diputar. Durasinya semua sekitaran 1 jam.

Isinya? Sama sekali tidak menakutkan, memprovokatif atau mengajak ekstrim, kok. Tapi hanya mengulas hubungan antara sejarah Islam di Indonesia dengan di dunia. Ternyata ada saling keterkaitan, saling bekerjasama, saling mendukung. Ukhuwah Islamiyah banget, deh. Ada pula ketersambungan antara Indonesia dengan Turki Utsmani dan dinasti Abbasiyah. Seru!

Sumber : www.youtube.com

So, daripada anak-anak kita dijejali sinetron, drama, atau film-film yang entah kemana arahnya, film tentang sejarah ini recomended banget menurutku. Kita jadi seolah dilempar kembali ke masa lalu saat mempelajari sejarah saat di sekolah. Bukankan ada pameo terkenal dari sang proklamator Indonesia bahwa kita harus “jas merah”? Alias, jangan melupakan sejarah.

Jadi kalau ada yang merasa terusik dengan kehadiran film dokumenter hasil karya anak negeri ini, rasa kebangsaannya patut dipertanyakan. Bukankah suatu bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa-jasa pendahulunya (baca: pahlawan, red)? Siapa pun mereka. Apapun agamanya. Jika tanpa perjuangan mereka yang lillahi ta’ala, mungkin hingga detik ini kita masih menjadi bangsa yang terjajah.

Based on this film, makna kemerdekaan itu, buatku, adalah ketika kita tidak menutup mata akan sejarah bangsa ini. Tidak berupaya memutar balikkan fakta, apalagi sampai memberangus kebenaran sejarah dan menggantinya dengan dongeng-dongeng kosong yang membuat bangsa ini lupa akan identitasnya sendiri. Atau demi melanggengkan hegemoni kekuasaan yang dinikmati oleh segelintir orang yang tidak amanah.

***

22 Agustus 2020.

Referensi: Jejak Islam di Nusantara part 1-3/ www.youtube.com

Editor: DLZ’s crew

Gambar: www.youtube.com

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “JAS MERAH KEMERDEKAAN

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: