Monday, 21 June, 2021

Daily Literacy Zone

KETIKA HIDUP MERASA PENUH DENDAM


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Hai, Sobat DLZers. Apa kabarmu hari ini?

Apakah hari ini dadamu sedang terasa sesak karena terbakar dendam yang membabi buta pada orang lain? Merasakan amarah yang berkobar pada seseorang yang dirasa sudah menghancurkan hidup kita di masa lalu ataupun sekarang?

Merasa ingin bisa mendadak menjadi manusia berkekuatan super? Atau memiliki sejuta teknologi canggih agar bisa membalas semua sakit hati kita pada mereka?

Atau sibuk mendoakan hal-hal buruk pada mereka? Dan baru merasa puas ketika mereka mendapatkan berbagai kemalangan seperti yang pernah kita alami atau bahkan lebih dahsyat lagi?

Atau bahkan kita mengharapkan kebinasaan mereka untuk selama-lamanya baru hati merasa puas dan merasa dendam terbayarkan?

Sobat DLZ, mohon dengarkan sahabatmu ini bicara sebentar.

Jika hati kita dipenuhi berbagai macam pikiran dan harapan buruk bagi orang lain, sekalipun orang-orang itu adalah orang yang jahat. Tidak sepantasnya bagi kita untuk menjadi jahat pula.

Sesakit apapun luka yang sudah mereka torehkan, bukan alasan untuk membenarkan perlakuan yang sama buruknya dari kita untuk mereka terima. Masalah memberikan hukuman, membalas, itu bukan tugas kita sebagai manusia. Akan tetapi itu semua sepenuhnya wewenang Allah sebagai seadil-adilnya hakim.

Kita tak perlu merepotkan diri sendiri dengan sibuk memikirkan balasan apa yang setimpal untuk orang-orang yang berbuat jahat itu. Sibuklah menguatkan hati, agar ikhlas dan sabar.

Jika perlu, berikanlah doa terbaik kita untuk mereka, supaya Allah SWT berkenan memberikan cahaya hidayah-Nya kepada mereka. Agar bisa bertobat.

Sobat DLZers yang dirahmati Allah. Jika setan mulai mengganggu, mengatas namakan balas dendam sebagai pembalasan yang seadil-adilnya. Jangan pedulikan!Jangan dengarkan!

Dekati Allah dan mohon petunjuk-Nya. “Audzubillahiminassyaithonnirrojiim. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari godaan setan dan manusia.

Ikutilah hati nuranimu. Dengarkan kebeningan suaranya. Redakan amarahmu. Perbanyak istigfar.

Atur ritme napasmu. Tenangkan diri. Ambillah wudu. Lalu salat tobat.

Sobat DLZers. Rasakanlah betapa nikmat saat hatimu perlahan terasa lapang. Bebanmu memudar dan amarah serta kebencianmu perlahan-lahan surut.

Hidup terasa lebih ringan dan tenang. Dunia yang semula terasa sempit dan suram, kini kembali terlihat penuh warna dan ceria.

Lupakan dendam itu! Lupakan!

Pandanglah dunia dengan hati yang damai. Kembali hadapi hari-hari dengan semangat dan optimis.

Biarkanlah dendam itu menghilang tanpa bekas dari dalam hati. Selamat memerdekakan diri dari rasa dendam.

Jangan lupa bahagia. Karena kita begitu berharga.

Salam semangat!

***

4 Desember 2020/

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Roycebairphoto, Vivo’s collection.

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

3 comments on “KETIKA HIDUP MERASA PENUH DENDAM

Suratmi Hamasah

Mbak 😭

Reply
DLZ Admin

Eh, kenapa atuh,Mbak? 🤔😅

Reply

[…] Baca ini: Ketika Merasa Hidup Penuh Dendam […]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: