Wednesday, 22 September, 2021

Daily Literacy Zone

KETIKA MALU UNTUK MENDEKATI-NYA LAGI


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Sobat curhat. Apa kabar keimananmu hari ini? Apakah engkau masih setia di jalan-Nya?Ataukah engkau sedang berada jauh dari-Nya?

Apa? Kau ingin kembali tetapi merasa malu pada-Nya? Sudah terlalu lama jauh dari-Nya dan ingin kembali mendekat? Merasa diri tidak pantas? Merasa dosa yang kita punya terlampau banyak?

Jika memang begitu, segeralah mendekat pada-Nya sekarang juga. Jangan menunda dan mengulur waktu.

Jangan hiraukan bisikan-bisikan yang membuat meragu. Jangan dahulu pesimis sebelum mencoba. Tepis semua ego diri. Tidakkah yakin bahwa Dia Maha Pemaaf?

Sobat curhat. Suara-suara yang membuat kita meragu untuk kembali pada-Nya, sesungguhnya itu adalah bisikan dan godaan setan yang tak ingin kita kembali ke jalan yang benar.

Mereka tak rela jika kita berhenti menjadi budak-budak  hawa nafsu. Mereka benci melihat kita selamat kelak di akhirat sementara mereka tetap celaka.

Bukankah sejak Nabi Adam tercipta, genderang perang telah mereka tabuhkan?

Saat Allah menyuruh mereka bersujud di hadapan Nabi Adam namun ditolak dengan kesombongan. Bukankah mereka sudah membuat perjanjian abadi?

Bahwa selamanya akan memperdaya manusia. Agar kelak di akhirat ada yang menemani mereka di neraka terkutuk.

Sobat curhat. Allah itu Maha Pemaaf. Lautan maaf-Nya melebihi seluruh bentangan samudera yang ada di dunia ini.

Vivo’s collection pict

Tak pernah menutup pintu maaf-Nya selama kita masih mau merendahkan diri di hadapan-Nya. Masih mau mengakui kelemahan dan kebodohan diri.

Bukankah kita memang hanya manusia lemah? Yang bodoh dan zalim pada diri sendiri?

Yang membuat kita berharga adalah ketika mau mematuhi semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tak ada orang yang hidup dan mati terhina jika dekat dengan-Nya.

Sebaliknya, berapa banyak orang yang hidup dan mati terhina, karena selalu menyombongkan dirinya. Merasa lebih hebat dari-Nya? Seperti Firaun, Namrud ….

Sobat curhat. Mari dekati Dia lagi.

Mari bersama denganku kita menuju-Nya. Sebelum nyawa terlepas dari raga. Sebelum sesal datang terlambat.

Ketika kita sudah mendekati-Nya. Jangan menjauh lagi. Tetaplah berada dalam sinaran hidayah dan tuntunan-Nya.

Agar hidup kita tak sia-sia. Agar bahagia di dunia dan akhirat.

Jangan lupa bahagia. Karena kita begitu berharga. Salam semangat!

***

Editor: DLZ’s crew.

Gambar: VCG, Vivo collection pict.

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “KETIKA MALU UNTUK MENDEKATI-NYA LAGI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: