Friday, 20 November, 2020

Daily Literacy zone

LESS IS BEST (QUOTES OF THE DAY)


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

“Kamu kenapa sibuk stalking akun teman yang katanya bawaannya pengen berantem terus sama kamu?”

Sulungku terdiam. Rahangnya mengeras. Hmm, pertanda sinyal kurang bagus tampaknya, nih.

“Biar ada bukti kalau guru di sekolah nanyain, Bun.”

“Bukti apa?” Aku mengernyitkan dahi.

“Bukti kalau mereka memang seneng ganggu dan memulai konflik dengan ngomong yang nggak-nggak soal aku.”

Hhh. Itu-itu lagi. Aku menghela napas. Dunia remaja lelaki yang kadang sulit untuk bisa dimengerti. Konflik di antara mereka biasanya berkisar di ranah berantem untuk alasan nggak jelas, solidaritas pada sahabat sendiri, hingga rebutan naksir-naksir anak perempuan.

“Terus. Peer yang Bunda kasih, apa ada yang udah dikerjain?”

Gelengan pelan membuatku mendesah masygul. Lagi-lagi memancing emosiku naik beberapa level.

“Aa, sebaiknya kamu berhenti ngepoin akun teman-temanmu di medsos. Percaya sama Bunda. Kalau kita tidak bijak mempergunakan medsos, yang ada malah menjadi ajang pertengkaran. Kamu tau kan ada yang sampai saling melaporkan ke polisi padahal masalahnya cuma sekadar saling meledek?” Aku berusaha mengatur napas agar tidak ikutan terpancing.

“Habisnya mereka ngajak beranten terus, Bun. Ngata-ngatain aku pakai bahasa kasar.” Kerut di dahinya makin kentara.

“Lalu, apakah dengan stalking atau membalas ucapan kasar mereka adalah solusi terbaik? Mubazir uang dipakai beli kuota hanya untuk berantem di medsos. Memangnya nggak malu apa?”

Wajah sulungku masih ditekuk. Meski begitu dia masih mau diajak bicara dan bercerita. Walau seringnya isi cerita yang membuat dadaku sesak.

Tak menjadi jaminan bahwa remaja saja yang takkan bijak mempergunakan medsos. Faktanya banyak orang dewasa yang secara terang-terangan perang komentar di medsos. Semua hal dijadikan bahan berseteru. Jadi penasaran dengan kehidupan riilnya. Adakah mereka “seberingas” itu di dunia nyata?

Jika iya. Betapa tidak bahagianya hidup mereka. Setiap saat hanya mengumbar amarah untuk hal-hal yang tak jelas. Mubazir uang, mubazir kuota, mubazir waktu, dan tenaga.

“Sudah. Blokir saja orang-orang yang hanya menyebarkan aura negatif, Aa. Jangan ditengok lagi. Lebih baik kita fokus dengan hidup kita. Mau mencapai apa, mau diisi apa, dan sebagainya.”

“Iya. Sudah, Bun.”

“Gadget hanya dipakai untuk kegiatan PJJ dan bikin karya, ya? Maksimal 2 jam perhari. Sesuai kesepakatan dulu.”

“Iya.”

Less is best. Sedikit yang kita tau tentang gunjingan orang tentang kita di luaran sana, itu lebih baik. Hati kita lebih tenang dan fokus menjalani hidup.”

“Tapi kalau mereka ngadu yang nggak-nggak ke guru, gimana?”

“Biarkan saja. Ada Allah yang lebih tahu apa yang harus ditangani-Nya. Kalau kita stalking akun mereka terus, sama saja dengan kita mengidolakan mereka. Seneng lho mereka, semakin gencar mosting hal-hal negatif tentang kita. Sebaliknya kita malah yang merasa sempit dan dada sesak. Rugi banget. Jangan buang-buang energi dan waktu untuk hal-hal norak kayak gitu.

Lebih baik kita balas dengan cara elegan, terhormat. Apa itu? Dengan berkarya. Bukan sembarang karya tetapi karya yang bermanfaat buat banyak orang. That’s better.”

Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew

Gambar:

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “LESS IS BEST (QUOTES OF THE DAY)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: