Friday, 17 September, 2021

Daily Literacy Zone

MENULIS DI USIA SENJA? TOO LATE OR NOT?


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb. Sobat DLZers, entah kenapa hari-hari belakangan ini saya sering sekali mendengar ungkapan sebagian penulis yang mengaku merasa malu dan minder karena menulis saat usia sudah tidak muda lagi. Sebagian menganggapnya sebagai suatu keterlambatan.

“Kenapa enggak sedari dulu saat masih muda, ya? Dulu kok rasanya jauh sekali dari yang namanya menulis?”

Ada juga seorang penulis yang sudah cukup berumur, mengaku sudah termasuk sepuh, memanggil saya dengan sebutan “master”. Kerendahan hatikah? Atau bentuk minder? Wallahu alam bishawab.

Saat itu saya menganggapnya sebagai bentuk sopan santun dari anggota komunitas terhadap pengelola komunitas yang diikutinya. Jadi saya tidak lantas jumawa atau menegakkan kepala. Jujur saja, ketika seseorang bersikap santun pada kita maka akan timbul rasa segan dan respek kepada mereka. Tetap dengan berusaha menjaga kesantunan, saya minta beliau tetap menganggap saya sebagai teman diskusinya. Bukan mentor apalagi senior. Karena masih jauhlah ya kalau dibandingkan dengan Mbak Asma Nadia atau Mbak Helvy Tiana Rosa misalnya.

Kembali ke obrolan pokok … dikatakan terlambatkah jika seseorang memutuskan menulis di saat usianya tidak lagi muda? Bagi saya pribadi, tentu saja tidak! Tidak pernah ada istilah terlambat bagi mereka yang ingin berkarya, di usia berapa pun. Sebab jalan hidup manusia tidak ada yang sama. Semua memiliki sejarah dan ceritanya masing-masing. Saya juga memulai aktif menulis setelah resign tahun 2014 silam. Usia saya pada saat itu sekitaran kepala tiga.

Sebelumnya riwayat kesukaan saya menulis sudah terbentuk sejak SD. Hanya saja, karena memang saya bukan tipikal yang bisa bekerja kantoran sambil menulis, jadi menulis baru “sekadarnya”. Sekadar mengisi diari, sekadar corat-coret di buku saku kecil, atau di medsos. Barulah setelah menjadi IRT, mulai bisa fokus menulis lebih banyak. Itu pun setelah anak-anak memasuki usia sekolah semuanya.

Seorang mentor menulis pernah bercerita bahwa ibu mertuanya menulis di usia yang sudah sangat sepuh. Sekitar 70 tahunan. Menulis untuk buku pertamanya. Apa buku yang ditulisnya? Buku tentang resep masakan. Sebab itulah keahlian yang dimiliki dan ingin dibaginya kepada masyarakat. Apakah masalah? Enggak, dong. Justru setelah itu sang ibu mertua makin giat menulis.

Antonia Honeywell penulis berkebangsaan Inggris menulis novel perdananya “The Ship” ketika berusia 40 tahunan di tahun 2015 lalu. Zia Haider Rahman menulis buku pertamanya di usia 43 tahun di tahun 2014 lalu. Debut pertamanya berjudul “In The Light of What We Know”. Penulis berkebangsaan Bangladesh ini menceritakan problematik perekonomian yang terjadi di tengah masyarakat negaranya dan meraih pujian serta simpati. Masih ada beberapa penulis lainnya yang karyanya terpampang di toko buku Gramedia yang juga menerbitkan karyanya dalam usia terbilang sudah tidak muda lagi.

So, jika kita termasuk penulis yang memulai karir menulis dalam usia tak lagi muda, apa masalahnya? Tak perlu malu. Tak perlu minder. Tokh yang kita lakukan bukanlah sebuah kejahatan. Mari tempatkan rasa malu dan minder pada tempat yang tepat. Bukan menjadikannya alasan untuk berhenti dan mundur. Orang takkan terlalu ambil pusing dengan usia penulis jika isi tulisan yang dihasilkan ternyata berkualitas. Siapa tahu justru tulisan kita akan lebih dianggap sebagai nasihat atau pengalaman hidup yang bisa dijadikan contoh bagi pembaca yang masih berusia muda? Siapa tahu apa yang kita tuliskan adalah yang dicari oleh masyarakat?

Jadi. Tetaplah menulis. Tetaplah nyalakan kobar semangat itu di dada. Perbaiki kualitas. Teruskan berkarya. Menulis di usia senja? It’s never be too late to do.

Salam literasi.

Referensi:

Amazon.com

Gramedia.com

www.google.com

antoniahoneywell.com

ziahaiderrahman.com

Editor: DLZ’s crew

Gambar: koleksi Gramedia.com

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “MENULIS DI USIA SENJA? TOO LATE OR NOT?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: