Saturday, 18 September, 2021

Daily Literacy Zone

MERAWAT PEMBACA


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb. Hai, Sobat DLZers! Sudah ada berapa buku atau tulisanmu yang dipublikasikan selama ini? Sudah berapa banyak pembaca yang senantiasa setia mengikuti info-info terbaru seputar karya-karya kita? Apakah mereka selalu mengikuti jejak langkah kita setiap saat? Atau hanya sebentar saja lalu kemudian berlalu pergi?

“Mbak, saya punya beberapa teman yang suka sekali membaca tulisan saya. Padahal ada di antara mereka yang kemampuan nulisnya lebih oke. Saya mah apa atuh? Hanya remehan tepung ayam krispi.”

“Mbak, saya suka tulisan-tulisannya. Sering membuat saya termotivasi dan terpacu untuk terus berlatih dan berproses. Saya selalu menantikan karya-karya Mbak, lho.”

Waow! MasyaAllah. Pernahkan Sobat mendapatkan atau mendengar hal-hal tersebut di atas? Baik yang tertuju pada diri sobat sendiri maupun yang kita dengar dari rekan-rekan sesama penulis. Bayangkan apa rasanya jika kita menjadi orang yang dipuji dan dikagumi orang lain seperti itu? Pasti luar biasa ya rasanya.

Jika saya ada di posisi tersebut maka yang pertama kali terlintas di benak adalah, “bagaimana cara merawat pembaca atau penggemar setia tersebut agar senantiasa loyal kepada karya-karya kita”. Kenapa? Sebab setiap orang yang telah membuat karya pasti akan sangat senang jika karyanya diapresiasi orang lain. Iya, enggak?

Seorang selebritas bisa menjadi populer pasti selain karena karyanya yaitu karena adanya penggemar setia yang menjadikannya idola. Benar? Tidak ada artis yang tidak memiliki penggemar. Bahkan beberapa ada yang memiliki fans club sendiri.

Begitu pula dengan penulis. Bukunya bisa best seller karena ada penggemar sekaligus pembaca yang setia hingga fanatik padanya. Sebuah website akan menjadi besar, berkembang, dikenal masyarakat karena padatnya traffic pengunjung ataupun pembaca yang datang mengunjungi dan membaca tulisan-tulisan di websitenya.

Pendeknya, untuk bisa menjadi “besar” maka kita butuh tak hanya usaha dan sabar, tetapi juga orang lain. Oke, lantas bagaimana cara merawat pembaca atau penggemar setia itu?

1. Rajin promosi karya sendiri.

Tiap menelurkan buku, baik solo maupun keroyokan, segera promosikan. Buat ulasannya, buatkan flyer-nya. Share di akun-akun medsos yang dimiliki. Minta tolong teman atau saudara untuk ikut membagikan. Jangan menunggu disuruh atau menunggu komando. Langsung kerjakan sendiri. Berinisiatif.

2. Perhatikan kualitas isi tulisan.

Supaya hasilnya tidak memalukan, buatlah tulisan yang bermanfaat. Tidak perlu yang bombastis. Cukup yang baik, santun, dan memberi banyak manfaat lewat informasi yang kita sampaikan.

Pilih orang-orang terdekat dan terpercaya sebagai first reader tulisan kita. Kalau perlu diperbaiki, perbaiki saja dulu sebelum dipublikasikan. Perbanyak membaca agar kosakata yang dikuasai semakin banyak dan lincah merangkai kata demi kata.

3. Konsisten menulis.

Menulis setiap hari. Minimal sekali. Untuk mengabarkan bahwa kita masih eksis. Masih setia dengan dunia literasi. Masih sehat wal afiat. Masih terus berkarya dan berkarya. Tidak pergi meninggalkan ataupun berpaling begitu saja dari dunia literasi.

Pembaca dan penggemar setia akan selalu menantikan karya kita yang terbaru. Adalah sebuah rezeki jika mereka dan kita terjalin silaturahmi lewat tulisan. Antara pembaca dan penulis. Saling bersimbiosis mutualisma.

4. Balas komentar pembaca di akun medsos.

Sebisa mungkin merespon orang-orang yang memberikan tanggapan terhadap karya atau buku kita. Jalin interaksi yang hangat dan bersahabat. Sekalipun hanya membalas dengan tanda like atau love.

Jika mereka menanyakan perihal buku kita yang baru terbit dan berminat membelinya, layani dengan baik. Jangan lantas mengabaikan dan membahas hal lain. Jika deal, alhamdulillah. Jika belum deal pun, disyukuri saja. Siapa tahu besok atau di kemudian hari mereka memborong buku kita. Bisa saja, kan?

5. Buat bedah buku, review, resensi, sinopsis, dan sebagainya.

Buatlah ulasan dari semua buku atau karya yang kita hasilkan. Beritahukan kepada masyarakat. Siapa tahu mereka tertarik untuk memiliki dan membelinya.

Adakan semacam give away, kuis berhadiah buku kita misalnya. Hal ini bisa memancing kedatangan pengikut yang insyaAllah bisa menjadi pembaca ataupun penggemar setia.

6. Secara berkala share tulisan kita.

Jangan pernah berharap dengan hanya menulis tanpa pernah membagikannya atau mempromosikannya maka pembaca akan datang dengan begitu saja. Ini era literasi digital, Sobat. Yang berkarya lewat dunia internet maupun digital itu sangat banyak. Jadi bagaimana pembaca atau penggemar tahu karya kita jika tidak pernah disebar luaskan?

Manfaatkan media sosial. Perbanyak teman di dunia maya juga tidak salah, kok. Selama tujuannya baik. Yaitu untuk membagikan dan mempromosikan karya kita. Mudah-mudahan semakin banyak yang suka dan menggemari tulisan kita.

7. Produktif berkarya.

Mungkin tak terlintas di benak kita bahwa di luar sana, bisa jadi, ada orang-orang yang selalu menantikan karya kita. Sekalipun mungkin mereka tidak pernah berinteraksi dengan kita di dunia maya ataupun dunia nyata.

Penggemar itu tidak selalu harus menyebutkan namanya atau menghubungi kita secara khusus untuk menyatakan kekagumannya, kan? Jadi tetaplah meniatkan diri untuk menulis bagi masyarakat selama masih diberi kesempatan dan kesehatan. Terlebih lagi platform-platform menulis saat ini memiliki pendeteksi atau pencari data tentang siapa saja yang datang dan membaca tulisan kita. Kita bisa melihatnya sesekali jika penasaran. Bisa juga sebagai salah satu mood booster kita juga.

Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “MERAWAT PEMBACA

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: