Monday, 17 January, 2022

Daily Literacy Zone

PENGGUNAAN “KAMI” DAN “KITA”


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb.

Hai, Sobat DLZers! Sudah tahun 2022, nih. Ramai-ramai di media sosial orang-orang heboh membuat resolusi untuk di tahun baru Masehi ini. Bagaimana denganmu? Apa sudah mulai komitmen menjalankan resolusi yang dibuat tahun lalu?

Kali ini, mari berdiskusi membahas tentang penggunaan kata “kami” dan “kita”. Kenapa bahasannya tentang kedua kata ini? Sebabnya ialah selama menjadi tim editor di sebuah komunitas menulis di bawah naungan sebuah penerbit indie, saya cukup banyak menemukannya. Pun ketika berselancar membaca tulisan-tulisan di berbagai aplikasi dan platform menulis. Jadi, cukup mengkhawatirkan juga.

Sebelumnya, kita perlu dulu memerhatikan arti kata masing-masing menurut KBBI agar tahu dasar ilmunya seperti apa. Tujuannya agar ketika menemukannya di dalam sebuah naskah, kita bisa tahu hal tersebut benar atau salah.

Arti kata kita menurut KBBI adalah kata ganti atau pronomina persona pertama jamak, yang berbicara bersama dengan orang lain termasuk yang diajak bicara.

Contoh:

Untuk menjaga kesehatan tubuh, maka kita harus menjaga pola makan sehari-hari.

Artinya: penulis mengajak kepada pembaca yang membaca tulisannya untuk menjaga pola makan saat menjaga kesehatan tubuh. Dia tidak hanya mengajak atau menganjurkan untuk dirinya sendiri.

Akan menjadi memiliki arti yang berbeda jika kata kita diganti dengan kata kami.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, maka kami harus menjaga pola makan sehari-hari.

Arti kalimat di atas tersebut menjadi: penulis tidak mengajak atau melibatkan pembaca di dalam tulisannya mengenai anjuran untuk menjaga pola makan agar kesehatan tubuh terjaga. Penulis di dalam kalimat tersebut seolah-olah mengisyaratkan bahwa kalimat anjuran yang ditulisnya itu hanya ditujukan bagi dirinya dan atau bagi kawan-kawannya, yang bukan menjadi pembaca.

Biar tidak bingung, mari kita bahas arti kata yang satunya lagi. Arti kata kami menurut KBBI adalah yang berbicara bersama dengan orang lain (tidak termasuk yang diajak bicara). Yang menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca.

Contoh:

Ini adalah hari yang istimewa bagiku dan Mas Danu karena merupakan hari pernikahan kami. Dialah lelaki yang kurasa tepat untuk dijadikan sebagai suami.

Artinya: penulis –yang diwakili oleh aku (POV 1 atau bisa jadi adalah penulisnya sendiri)– memberitahukan bahwa hari ini adalah hari yang istimewa baginya karena merupakan hari pernikahannya dengan seorang lelaki yang bernama Danu. Penulis (aku) tidak mengatakan kita karena sekadar memberitahukan kepada pembaca. Tidak mengajak apalagi mengikutsertakan pembaca dalam acara pernikahannya.

Akan rancu hasilnya jika penulis (aku) mengikutsertakan pembaca dengan mempergunakan kata kita. Kalimatnya akan menjadi seperti ini:

Ini adalah hari yang istimewa bagiku dan Mas Danu karena merupakan hari pernikahan kita. Dialah lelaki yang kurasa tepat untuk dijadikan sebagai suami.

Dalam 2 kalimat tersebut di atas, menjadi bertentangan. Di kalimat pertama (aku) seolah berbicara pada Mas Danu. Sementara di kalimat kedua, Mas Danu menjadi orang yang tidak diajak bicara atau dilibatkan secara langsung.

Jika ingin mempergunakan kata kita, maka seharusnya menjadi seperti ini:

Ini adalah hari yang istimewa bagiku dan Mas Danu karena merupakan hari pernikahan kita. Kaulah lelaki yang kurasa tepat untuk dijadikan sebagai suami.

Sampai di sini, apakah Sobat DLZers sudah memahami perbedaan kedua kata tersebut? Jadi ternyata kata kita dan kami meski sepintas terlihat memiliki arti yang nyaris sama namun dalam penggunaannya bisa menimbulkan salah persepsi bagi pembaca yang membaca tulisan tertentu. Tentu saja jika penggunaannya tidak tepat.

Selamat belajar. Selamat memperbaiki tulisan kami ... eh, kita maksudnya. Hehehe. Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

www.dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “PENGGUNAAN “KAMI” DAN “KITA”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: