Saturday, 15 May, 2021

Daily Literacy Zone

PENULISAN “NYA” UNTUK KATA GANTI TUHAN


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb. Hai, Sobat DLZers! Sudahkah memperbaharui skill self editing kita hari ini? Sudah bertambahkah? Atau masih sama dengan hari-hari kemarin?

Beberapa kali, saat mengedit naskah yang masuk, saya menemukan ada satu kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis. Dari sekian kesalahan yang masih sering dilakukan. Kita bahas satu bahasan khusus kali ini, ya.

Baca juga: NGEDIT, YUK? (Materi Nulis)

Ada penulis yang berulang kali salah dalam menuliskan kata “-Nya”. Dari setiap kali ikut event nulis, kesalahannya terus diulang dan diulang.

Contoh penulisan yang salah:

… milikNya, miliknya, milik-nya, milik Nya, atau milikNYA ….

Sepele kelihatannya. Namun, hal ini bisa membingungkan pembaca. “-Nya” itu khusus sebutan untuk kata ganti kepunyaan atau yang ditujukan untuk Tuhan atau Allah. Makanya huruf “N” ditulis kapital atau huruf besar dan sebelumnya diawali dengan tanda sambung (-).

Contoh yang benar: kepunyaan-Nya, milik-Nya, karunia-Nya, rahmat-Nya, dan lain-lain.

Hal ini berlaku untuk kata lainnya yang menunjukkan atau diperuntukkan untuk “Tuhan”. Seperti:

Ia, Dia, Engkau, Sang Pencipta, Yang Maha Esa, dan sebagainya.

Semua sekalipun berada di tengah kalimat, harus ditulis dengan diawali huruf kapital pada awal kata.

Sementara penulisan “nya” adalah kata ganti kepunyaan atau yang ditujukan untuk manusia. Tanpa didahului tanda (-) alias langsung digabung dengan kata yang mendahuluinya. Jadi ketika sedang membicarakan tentang Tuhan lalu tiba-tiba mengganti kata sebutan tersebut dengan kata “-nya”, maka pembaca akan mencari dan sedikit bingung. Siapakah yang dimaksud dengan “-nya”? Kata ganti kepunyaan untuk orang kedua dan ketiga jamakkah? Atau siapa? Kalau kata ganti orang, kenapa didahului tanda sambung? Kalau ditujukan untuk kata ganti Allah atau Tuhan, kenapa penulisan huruf “n”-nya tidak memakai huruf kapital?

Memiliki skill bisa mengedit tulisan itu mungkin terlihat ribet, karena kita dituntut untuk super teliti. Bagaimanapun bagusnya isi sebuah tulisan, jika tampilannya berantakan dan acak-acakan, akan membuat mata pembaca lelah dan tidak nyaman saat menikmati dan menelusuri aksara demi aksara yang tersaji di depan mata. Maka, menghasilkan tulisan yang cantik tampilannya maupun isinya memang bukan perkara mudah. Semua butuh latihan dan proses.

So? Siapkah diri kita untuk terus belajar dan berproses? Maukah melatih diri untuk terus mengembangkan skill self editing sebagai penunjang profesi kepenulisan?

Salam literasi.

Editor: DLZ’s crew

Gambar:

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “PENULISAN “NYA” UNTUK KATA GANTI TUHAN

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: