Thursday, 24 September, 2020

Daily Literacy zone

Pertemuanku denganmu, Cinta


Pertemuanku denganmu Cinta

Di tengah merebaknya berita-berita tentang Covid-19 yang tak jua mereda, kita bertemu lagi, Cinta. Walau dalam nuansa kesederhanaan. Penuh rasa prihatin. Akan kondisi bangsa yang entah.

Tak seperti tahun-tahun lalu. Di mana ada keluarga besar yang menemani. Berkumpul menikmati hidangan istimewa saat sahur pertama. Bercengkerama dalam kebersamaan. Penuh rasa bahagia menyambut kedatanganmu yang hanya sekali setahun. Kali ini kami hanya bisa bertukar kabar lewat chat. Meski jarak bukanlah sebuah masalah. Tapi demi kesehatan bersama, stay at home is a must.

Cinta, bagiku hadirmu laksana oase. Penyejuk batin di kala resah melanda negeri ini. Saat beribu orang terpaksa menelan pil pahit karena terkena phk massal. Saat penderita Corona dianggap sebagai wabah mengerikan yang harus disingkirkan. Saat banyak masyarakat kecil menjerit sebab mata pencahariannya terputus oleh lockdown. Kala sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya terkunci rapat. Ah, sepertinya berjuta kata untuk menggambarkannya tak bisa kuungkapkan lebih jauh lagi.

Aku tahu, Cinta. Yang terpenting bagimu adalah bagaimana kita melewatinya tanpa sia-sia. Sebelum kau pergi kembali. Menjumpaiku, menjumpai semua di tahun depan, jika Allah SWT masih memperkenankan kita bersua lagi. Tak ada jaminan apakah masih ada tahun selanjutnya setelah Ramadan ini. Apakah masih bisa kita berjumpa dan bercinta dalam desah napas kerinduan bertasbih mengagungkan dan memuji nama-Nya.

Maka, Cintaku. Ramadanku. Bagiku tak jadi soal jikalau harus melewatkan saum dan sahur pertama tanpa pesta pora di meja makan. Apa yang ada, kami syukuri. Apa yang kami dapat, sungguh kami terima dengan rasa bahagia. Asalkan kau bersedia menemani kami selama Ramadan ini. Menjadi pelepas kegundahan dan kerisauan.

Bukankah dahulu Rasulullah SAW dan para sahabat seringkali melakukan misi dan tugas berat di saat Ramadan? Tiada pantang menyerah. Tiada kata haus dan lapar. Kadang berpuasa hanya sahur dan berbuka dengan seteguk air atau beberapa butir kurma saja. Yang lebih dinanti dan diharapkan hanyalah rida-Nya. Surga-Nya. Lewat syahid. Di bulanmu yang suci dan penuh keberkahan.

Maka di pertemuan kali ini, Cinta. Kuharap kau berkenan melenakanku dalam zikir-zikir panjang pada-Nya. Membuaiku dalam kepasrahan yang dalam pada-Nya. Memabukkanku dalam kerinduan yang kian membuncah dalam dada kepada-Nya.

***

dailyliteracyzone/rheailhamnurjanah

2 comments on “Pertemuanku denganmu, Cinta

afafaulia18

Aamiin yaa kariim

Reply
DLZ Admin

Barakallah🙏😍

Reply

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: