Friday, 09 April, 2021

Daily Literacy Zone

QnA: ISBN, BUKTI PENGHARGAAN KARYA?


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Q: “Ada yang mengatakan bahwa menghargai karya tulis dalam bentuk buku itu dengan memiliki nomor ISBN?”

A: “Cara menghargai karya bukan melalui ISBN, tetapi lewat mempromosikan dan menjualnya ke masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak. Tujuan kita menulis itu untuk dibaca karyanya oleh masyarakat, kan? Diambil manfaat dan hikmahnya. Bahkan kalau perlu dijadikan bahan referensi oleh orang lain. Bukan hanya sekadar nulis, terbit, selesai.

Perlu baca juga: APA ITU ISBN?

Penulis-penulis terkenal bahkan ketika menjual buku pertama mereka itu tidak memakai ISBN. Contohnya seperti Dee Lestari. Dee menjual karya pertamanya, “Supernova” lewat cetakan stensilan dan dijual di kampusnya. Buku ini baru meledak menjadi best seller setelah beberapa waktu kemudian dan dicetak secara self publishing alias penerbit indie.

ISBN hanyalah mendaftarkan saja bahwa benar menerbitkan di Indonesia dan diakui oleh Perpusnas sebagai badan perwakilan pengurusan ISBN di Indonesia. Analoginya seperti kita masuk ke suatu sekolah atau kampus pasti harus mendaftar dulu supaya diakui oleh pihak sekolah atau kampus. Nantinya pihak sekolah atau kampus akan memberikan Nomor Induk Siswa ataupun Nomor Induk Mahasiswa.

***

Referensi: www.isbn.perpusnas.go.id

Google.com

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “QnA: ISBN, BUKTI PENGHARGAAN KARYA?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: