Wednesday, 27 October, 2021

Daily Literacy Zone

RESENSI “WILLIAM”


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb. Hai, Sobat DLZers. Ada info buku seru bagi penggemar genre horor. Apakah itu?

Judul buku: Wiiliam

Penulis: Risa Saraswati

Penerbit: PT. Bukune Kreatif Cipta

Tahun terbit: 2017

Cetakan: kelima belas, Februari 2020

Harga: 65-70k

ISBN: 978-602-220-226-4

Ukuran buku: A5, 205 halaman

Resume:

Bagi para pecinta horor pastinya sudah tidak asing dengan nama Risa Saraswati. Seorang penulis asal Bandung yang telah memfilmkan tulisannya yang berjudul “Danur” dan beberapa film horor lainnya. Di kesempatan ini kita akan membahas salah satu sosok teman “huntu” (pelesetan dari kata “hantu”) Risa yang terkenal yaitu William van Kemmen. Sosok anak menjelang usia remaja yang selalu membawa biolanya kemana-mana.

Dari kelima teman “huntu” Risa, sosok William digambarkan lebih pendiam dan kalem. Hal ini dilatar belakangi oleh riwayat pengasuhan dan kondisi keluarga yang membuat sosok yang satu ini, pada kenyataannya, lebih dewasa, lebih sensitif, dan lebih memiliki rasa kemanusiaan. Hal ini angat bertolak belakang bila dibandingkan dengan karakter mayoritas penjajah Belanda kala itu yang menganggap bahwa pribumi adalah golongan paling rendah dan dari kasta terbawah. William, seperti umumnya stereotipe anak-anak yang terlahir dari keluarga kaya raya, merupakan anak yang memiliki orang tua lengkap namun kurang perhatian dan kasih sayang.

Perenungan hati akan kondisi sekitar membuat sosok William sangat dekat dengan pribumi dan “membenci” perilaku bangsanya sendiri. Terutama ketila melihat perlakuan sang ibu yang menurutnya sama sekali tidak bisa dicontoh. Pada awalnya, sebenarnya, William sendiri tidak suka diajak pindah ke Indonesia. Namun, ia terpaksa ikut karena kedua orang tuanya memiliki kepentingan besar di Indonesia.

Isi buku ini menceritakan karakter William dengan detail. Sehingga pembaca seolah-olah diajak untuk menyelami sosok William yang sesungguhnya. Ada momen-momen mengharukan, menyenangkan, membangkitkan rasa marah, sekaligus juga tragis. Ya, bagi kita, pada umumnya jalan kematian yang dialami oleh William adalah kematian yang tragis. Namun, justru kematian adalah hal yang diidamkan oleh William bahkan setelah mendiami alam milik makhluk halus. Ya! Faktanya, menurut pengakuannya pada Risa, kehidupannya saat ini justru lebih baik bagi William. Mengapa bisa begitu? Silakan berburu bukunya ya, Sobat.

Isi buku ini cukup bagus. Kata-katanya mudah dipahami dan dicerna. Saat membacanya, kita akan diajak membayangkan kondisi Indonesia, khususnya Bandung di tahun 1940-an. Hanya saja bagi yang tidak menyukai genre horor, ataupun kisah-kisah tragedi, sebaiknya persiapkan mental Anda agar kuat membayangkan kepedihan yang dirasakan oleh William semasa hidupnya. Kekurangannya hanya sedikit saja. Tidak diceritakan bagaimana kisah William selanjutnya setelah mati. Hanya diceritakan kisah pertemuannya kelak bersama Risa pada buku yang lain. Mungkin juga hal ini akan dikupas di buku lainnya? Atau memang ada hal-hal yang memang sengaja ditutup.

Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew

Gambar: koleksi pribadi, buku William.

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “RESENSI “WILLIAM”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: