Saturday, 21 November, 2020

Daily Literacy zone

RUMUS DASAR MENULIS


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Seperti halnya ilmu eksak, nyatanya ilmu menulis pun memiliki rumus. Rumus yang selalu ditekankan di setiap pelatihan atau kelas nulis terutama pelatihan bagi penulis pemula.

Bagi yang belum tahu apa itu rumus untuk menulis, cek ulasan berikut, ya.

Rumus menulis baku, yang sudah disepakati oleh semua lembaga kepenulisan di Indonesia dan dunia adalah tak lain dan tak bukan yaitu 5 W dan 1 H.

Baca ini juga: https://dailyliteracyzone.com/fungsi-rumus-dasar-menulis/

5 W terdiri dari:

What? Artinya tentang apakah yang akan kita angkat menjadi sebuah tulisan? Kisah percintaan Romi dan Yuli? Perjumpaan kita dengan alien?

Who? Siapa yang akan diceritakan di dalam tulisan yang kita buat? Kita sendiri? Alien? Teman sekampung bernama Romi dan Yuli?

Baca juga : TULIS OLEH KITA

Where? Di mana kejadiannya? Hal ini mengacu kepada latar atau seting tempat suatu kejadian. Di kota Jakartakah? Di negeri antah berantah?

When? Kapankah kejadian yang kita tuliskan dalam naskah? Kemarin saat ditraktir makan bakso sama alien? Bulan lalu saat Romi melamar Yuli?

Why? Mengapa kita ditraktir makan bakso oleh alien? Mengapa Yuli harus dengan Romi? Kenapa nggak dengan si Rojali, anak juragan kodok?

Ditambah dengan 1 H, yaitu how. Bagaimana jalan ceritanya? Bagaimana kejadiannya sehingga alien mau menraktir kita makan bakso? Bagaimana kejadiannya sehingga Romi naksir Yuli dan bukan Rojali?

Tanpa perlu memikirkan konflik atau ending yang “wah”, sebenarnya konflik dalam suatu cerita akan muncul dengan sendirinya jika kita lengkap menerapkan rumus ini.

Jangan hilangkan rumus penting ini jika kita ingin pembaca paham isi tulisan yang mereka baca. Jelaskan secara gamblang. Buatlah yang gelap menjadi terang, yang terang makin terang benderang. Berikan informasi selengkap mungkin agar pembaca mampu masuk dalam isi tulisan yang kita sajikan.

Bukankah nasi berikut pelengkapnya akan terasa lebih asyik dinikmati jika tersaji dalam tingkat kematangan yang tepat? Saling memancing selera makan kita sehingga ingin lagi dan lagi untuk menambah makanan ketika piring di hadapan sudah kosong?

Salam literasi.

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “RUMUS DASAR MENULIS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: