Saturday, 19 June, 2021

Daily Literacy Zone

SEBERAPA BAHAGIA KITA?


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Assalamualaikum wr wb. Hai, Sobat DLZers. Apa kabarmu hari ini? Apakah hidupmu terasa membahagiakan? Atau sebaliknya, penuh dengan pengalaman sedih dan menyakitkan? Cek, yuk, lewat poin-poin berikut ini:

1. Masih bisa tersenyum. Saat mendengar hal-hal konyol, kita masih bisa tersenyum. Tertawa untuk hal-hal ringan. Tertawa tanpa beban saat bercanda dengan teman dan keluarga.

2. Fokus pada rencana hidup pribadi. Setiap hari, kita sudah tahu harus melakukan apa, berkegiatan apa. Selalu terasa ada semangat untuk melakukan semua tanpa ada rasa terpaksa. Sekalipun kegiatan yang kita lakukan terlihat tak banyak menghasilkan uang di mata orang lain, tetapi kita benar-benar menikmati aktivitas kita.

3. Tak pernah meributkan hal-hal kecil. Setiap ada percikan-percikan kecil yang merusak ketenangan hidup, kita tak pernah menganggapnya terlalu serius. Contohnya saat orang lain mengkritik penampilan kita yang kuno. Yang penting kita berpakaian sopan dan sesuai dengan kepentingan. Masalah selera kan tiap orang memang berbeda. Jadi saat ada kritikan yang sama sekali tidak penting, kita menanggapinya dengan senyum sambil tak lupa mengucapkan terima kasih.

4. Mudah mengucapkan terima kasih. Ada orang membantu meski sedikit dan remeh, kita tak pernah lupa untuk berterima kasih. Mendapatkan rezeki meski hanya berupa hantaran makanan sederhana dari tetangga, tak lupa untuk berterima kasih. Anak bersikap manis seharian, hasil ulangan dan rapotnya baik, rajin belajar tanpa kita suruh. Lalu kita mengapresiasinya dengan pujian dan ucapan terima kasih.

5. Jarang berkonflik. Pernahkah kita menemukan orang yang setiap hari kerjanya bertengkar? Dengan tetangga kanan kiri, depan belakang, tak pernah akur. Ada saja hal-hal yang diributkan. Orang memegang sedikit mobilnya, dibilang merusak. Orang ikut mengelus kucing peliharaannya dibilang mencuri hewannya, dan sebagainya. Orang yang hidupnya bahagia, takkan meributkan hal-hal sepele semacam itu, apalagi sampai merusak hubungan baik dengan tetangga. Bukankah nanti para tetangga yang pertama kali akan menolong kita di saat-saat darurat?

6. Tak pernah membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Orang yang berbahagia takkan sempat membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Mereka tahu bahwa garis hidup semua orang tidak ada yang sama. Jadi masing-masing menikmati peran dan jalan hidupnya masing-masing.

7. Tak suka menuntut orang lain. Kita pasti pernah merasa tertekan jika orang tua mengharapkan ranking di sekolah bagus tetapi nyatanya kemampuan kita tak menunjang untuk bisa mewujudkannya, kan? Ada orang tua yang memaksakan anaknya untuk kuliah dan bekerja sesuai kemauan mereka tanpa mau tahu keinginan sang anak. Nah, orang yang bahagia, takkan mau untuk menuntut orang lain. Orang tua yang bahagia akan membebaskan anaknya mengembangkan potensi dan bakat dirinya tanpa mengkhawatirkan hal-hal lainnya. Anak dapat ranking di bawah sepuluh besar, tetapi rajin ibadah, patuh pada orang tua, dan sikap-sikap baik lainnya sudah dirasa cukup.

8. Tulus. Orang yang bahagia itu selalu tulus saat berkata-kata. Ketika ada orang mendapatkan rezeki atau hadiah, mereka ikut mengucapkan selamat. Ketika orang lain tertimpa musibah, mereka tak segan membantu dengan apa yang bisa dilakukan dan turut mendoakan kebaikan. Memuji pun tak berlebihan ataupun lebay. Memuji memang karena kagum, bukan karena menyindir secara halus ataupun ingin menjilat pada orang-orang yang dirasa lebih berpengaruh.

9. Mudah memaafkan. Ada orang mencari gara-gara, kita tidak mudah terpancing. Ada orang setiap kali mengatakan hal-hal buruk tentang kita, tak pernah ditanggapi. Selama mereka tidak mengusik hal-hal prinsip, tidak menghina Tuhan dan agama yang kita anut, dimaafkan saja. Memaklumi karena mungkin mereka adalah orang-orang yang kurang waras akal pikirannya. Sebab orang sehat akal tidakkan punya waktu untuk mengganggu orang lain.

10. Bersyukur. Sedikit-sedikit tak pernah lupa bersyukur. Saat mata melihat pagi yang cerah, kita bersyukur masih bisa melihatnya. Saat anak-anak tumbuh sehat dan ceria, kita bersyukur. Saat masih bisa merasakan rasa makanan atau minuman, kita bersyukur, dan sebagainya.

11. Tak takut mati. Hidupnya sudah merasa bahagia. Tak pernah lupa bersyukur setiap saat. Jikalau kematian sewaktu-waktu datang menjemput, mereka tak takut. Merasa siap mati kapan pun, atau bahkan justru merindukan saat-saat berjumpa dengan pencipta-Nya. Jadi kalau kita masih merasa takut mati karena belum merasakan bahagia dalam hidup atau belum puas menikmati kebahagiaan, artinya? Ya! Artinya kita belum bahagia sepenuhnya.

Bagaimana, Sobat DLZers? Apakah Anda sudah merasa hidup bahagia? Jika ada 6 poin lebih yang dirasa cocok, artinya? Selamat! Anda masuk kategori orang yang berbahagia.

Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew

Gambar: Canva,Vivo’s collection.

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

0 comments on “SEBERAPA BAHAGIA KITA?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: