Thursday, 16 July, 2020

Daily Literacy zone

SERI WANITA-WANITA SALIHAH DALAM AL QURAN (1. SITI HAWA)


(Penulis : Rhea Ilham Nurjanah)

Semua umat Islam pasti sudah sangat mengenal tokoh wanita mulia yang satu ini. Wanita yang diciptakan dari tulang rusuk kiri Nabi Adam alaihissalam yang paling pendek, kemudian tulang tersebut diganti dengan daging saat beliau tidur.

“Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga.”(QS. Al Baqarah, 2: 35)

Ketika Nabi Adam alaihissalam terbangun setelah terlelap sebentar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang duduk di dekat kepalanya.

“Kamu siapa?” tanya Nabi Adam alaihissalam.

“Aku seorang wanita,“ jawab Bunda Hawa.

“Kenapa kau diciptakan?”

“Agar kau merasa senang padaku.”

Para malaikat lalu bertanya kepada Nabi Adam alaihissalam karena mereka tahu betapa luasnya ilmu beliau, “Siapa Namanya, wahai Adam?”

“Namanya Hawa,” jawab Nabi Adam alaihissalam.

“Kenapa disebut Hawa?”

“Karena ia diciptakan dari benda hidup.”

Nabi Muhammad dalam hadis riwayat Bukhari bersabda, “Terimalah perintahku (Untuk memperlakukan) wanita dengan baik, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian paling atas. Jika kau paksakan untuk meluruskannya, kau mematahkannya, namun jika kau biarkan, ia akan tetap bengkok. Maka terimalah perintahku (untuk memperlakukan) wanita dengan baik.”

Bunda Hawa. Wanita pertama yang menjadi ibu bagi umat manusia yang ada di bumi ini. Wanita yang ada untuk menemani Nabi Adam alaihissalam sebagai istrinya. Mereka berdua dinikahkan langsung oleh Allah SWT, sehingga keduanya suci dari perzinaan. Masya Allah.

Sebagaimana wanita pada umumnya, Bunda Hawa juga diberi ujian oleh Allah SWT. Tiada terbebas dari dosa sebagaimana lazimnya seorang manusia biasa. Ujian itu bermula ketika menghadapi bisikan dari iblis yang ingin menyesatkan dan menghinakan keduanya agar mendapat murka dari Allah SWT.

Seperti yang kita ketahui, bahwa iblis merasa sakit hati dan mendendam akibat tidak patuh terhadap perintah Allah SWT untuk mengakui bahwa derajat Nabi Adam alaihissalam lebih tinggi dibandingkan makhluk ciptaan Allah lainnya. Karena kesombongannya, iblis diusir dari surga dan dikutuk oleh Allah SWT selama-lamanya. Kelak akan menerima hukumannya di hari kiamat kelak.

Berupaya memperdaya Nabi Adam alaihissalam namun tak pernah berhasil, maka iblis mendekati Bunda Hawa agar membujuk Nabi Adam alaihissalam melakukan apa yang dimintanya.

Siasat iblis berhasil! Dengan bujuk rayu yang melemahkan hati Nabi Adam alaihissalam, Bunda Hawa berhasil membuat suaminya tersebut memetikkan buah khuldi. Buah yang terlarang bagi mereka untuk dipetik.

Di saat mereka berdua tengah menikmati kelezatan buah khuldi, Allah SWT melihat perbuatan tersebut. Keduanya tersadar, merasa malu, dan segera bertaubat dengan menangis penuh penyesalan. Sayangnya, semua sudah terlambat. Allah SWT lalu menghukum keduanya dengan menurunkan mereka ke bumi. Allah SWT memang telah menerima taubat mereka, namun untuk menebus perbuatan dosanya dan bisa kembali ke surga setelah hari kiamat maka keduanya harus berusaha mengerjakan amalan-amalan saleh di dunia.

“Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak akan kekhawatiran atas mereka dan tidak pula bersedih hati.” (QS. Al Baqarah, 2: 38)

Sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Nabi Adam alaihissalam diturunkan di India, ada yang mengatakan di Shafa. Sementara Bunda Hawa diturunkan di Marwah dan ada yang mengatakan di Jeddah. Wallahu alam bishowab.

Baca juga : SERI WANITA SALIHAH DALAM AL QURAN (2. SITI SARAH)

Di dunia, dimulailah perjuangan hidup mereka sebagai manusia pertama. Mereka berdua membina rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Membangun rumah, bercocok tanam, dan memiliki banyak keturunan. Menjalankan semua sektor kehidupan sesuai dengan tuntunan Islam. Mereka benar-benar patuh dan sungguh-sungguh menjalani semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya sebagai wujud taubatan nasuha.

Selama hidup di dunia, Bunda Hawa mengalami 20 kali kehamilan dan melahirkan 40 anak. Setiap kali mengandung, beliau melahirkan sepasang anak. Namun ada pula sumber yang mengatakan bahwa Bunda Hawa melahirkan sebanyak 120 kali dan setiap kali melahirkan ada sepasang anak. Lelaki dan perempuan. Setelah itu semua keturunan Nabi Adam alaihissalam menyebar ke seluruh penjuru bumi.

Para ahli sejarah mengatakan bahwa Nabi Adam alaihissalam sebelum meninggal di usia 1000 tahun, sempat melihat 400.000 keturunannya yang meliputi anak-anak dan cucu-cucunya. Sementara Bunda Hawa meninggal setahun sebelumnya. Wallahu alam bishowab.

***

Referensi : Awaludin, Latief, M.A. Ummul Mukminim (Al Quran dan Terjemahan untuk Wanita), Jakarta: Penerbit Wali, 2014)

Katsir, Ibnu. Kisah Para Nabi (Kisah 31 Nabi dari Adam Hingga Isa), Jakarta Timur: Ummul Qura, ABIUL Akhir 1439 H/ 2018 M.

Sumber gambar : pexels

Editor : DLZ’s crew

dailyliteracyzone/rheailhamnurjanah

2 comments on “SERI WANITA-WANITA SALIHAH DALAM AL QURAN (1. SITI HAWA)

Nurlaela

maaf saya kurang setuju kalau diturunkannya Nabi Adam as & bunda Hawa k bumi sebagai hukuman karena Alloh SWT sebelum Nabi Adam as diciptakan menyatakan bahwa Adam as diciptakan untuk menjadi kholifah di bumi ( QS Al -Baqoroh :30). Jadi itu bukan hukuman tapi sudah ketetapan Alloh.

Reply
DLZ Admin

Al Baqarah, 36-37 sudah jelas menceritakannya, Mbak. Menjadi khalifah berdasarkan ketetapan Allah pun diskenariokan oleh Allahnya lewat melakukan kesalahan akibat terpedaya godaan setan, kan? Lalu bertaubat tetapi tetap harus turun ke bumi, nggak balik lagi ke surga. Nggak tiba-tiba turun jadi khalifah begitu aja. Tetap ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Saya hanya memaparkan apa yang terdapat pada kitab Ibnu Katsir. Wallahu alam bishowab.

Reply

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: