Friday, 27 November, 2020

Daily Literacy zone

SETELAH 8 HARI RAMADAN BERLALU


(Penulis : Rhea Ilham Nurjanah)

Ah, siapa kita, berani-beraninya menyombongkan diri merasa lebih super, lebih tahu, lebih kuasa dibandingkan-Nya?
Siapa kita berani-beraninya menistakan firman-firman-Nya sementara setiap detik kita hirup oksigen pemberian-Nya.

Kita melihat dunia dengan kedua bola mata hasil rancangan-Nya. Kita makan, mengecap rasa dengan mulut dan lidah buatan-Nya, melangkah dengan kaki hasil desain-Nya … dan masih banyak lagi nikmat lain pemberian-Nya hingga detik ini!

Maka alangkah tidak tahu dirinya kita, bila masih dengan sombong memperolok-olok ayat-ayat-Nya. Alangkah durhakanya kita, bila dengan rasa percaya diri luar biasa mengatakan banyak yang salah dengan ajaran dari-Nya. Alangkah nistanya kita bila masih bisa berjalan angkuh di muka bumi, sementara tidak seujung kuku pun kita bisa menciptakan apa-apa yang telah diciptakan-Nya.

Boro-boro bisa menandingi, apalagi menyaingi, menciptakan satu partikel atom saja tidak bisa, apatah membuat satu sel darah? Terganggu saja satu sistem organ tubuh saja kita tidak mampu memperbaikinya sendiri, apalagi menunda kedatangan ajal ketika malaikat maut datang menyapa dan merenggut semuanya dalam sekejap.

Jadi, mari berhenti untuk sombong! Berhentilah melakoni drama-drama konyol sebagai Firaun-Firaun masa kini. Sebelum ajal datang. Sebelum pemutus segala kenikmatan dunia itu datang. Sebelum Malaikat Zabaniyah melempar tubuh-tubuh kita yang berlumur dosa ke dalam panasnya azab siksa api neraka.

Coba pikirkan sekali lagi. Apakah perlu Allah SWT memberi kita kesempatan untuk mati dulu untuk membuktikan bahwa surga dan neraka itu ada dan benar adanya? Apa perlu kita dilempar ke neraka dulu lalu dikembalikan kembali ke dunia untuk menceritakan kepedihan yang abadi di sana? Agar semua penista-penista-Nya berhenti berbuat makar dan bertaubat. Dengan sebenar-benar taubat.

Kalau Allah SWT masih memberi kita kesempatan hidup hingga detik ini, maka hal itu berarti Dia masih menginginkan kita bertaubat. Dia ingin kita kembali kepada fitrah kita. Dia ingin memberi kita berjuta kesempatan, meski kita mengkhianatinya setiap saat. Apa lagi yang kurang dari cinta-Nya yang Maha Sempurna?

***

*Cimahi, 1 Mei 2017. Muhasabah di suatu sudut malam.(repost)

Gambar : anonim

dailyliteracyzone/

Sumber gambar :

Editor : DLZ’s crew

dailyliteracyzone/rheailhamnurjanah

0 comments on “SETELAH 8 HARI RAMADAN BERLALU

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: