Sunday, 11 April, 2021

Daily Literacy Zone

STAY ON FIRE!


(Penulis: Rhea Ilham Nurjanah)

Sobat DLZers, bagaimana sih menjaga supaya semangat kita dalam menekuni profesi yang digeluti saat ini tetap menyala? Kan pasti ada saatnya merasa jenuh, bosan dengan kondisi yang itu-itu saja. Dengan pekerjaan yang itu-itu saja.

Oke, kita diskusikan, yuk? Hal-hal yang perlu dijaga supaya kita “stay on fire!” Hehehe.

Jangan lupa mengucapkan “terima kasih”. Yang dimaksudkan di sini bukan berterima kasih pada orang lain atau team work yang sudah bekerja sama dan membantu kita saja. Akan tetapi juga berterima kasih kepada diri sendiri.

Terdengar aneh atau ganjil? Nggak, dong! Diri kita pun perlu dihargai semua kerja kerasnya. Thanks to our selves. Say it directly! Bisa sambil memandang diri sendiri di depan cermin saat mengucapkan terima kasih. Buat tulisan di kartu cantik yang kita beli lalu tempelkan di dekat meja kerja, meja rias, atau tempat lain yang terlihat oleh kita setiap saat.

Ucapkan sungguh-sungguh dan tatap kedua mata kita sendiri dengan serius. Katakan dengan jelas dan resapi bagaimana perasaan yang muncul setelahnya. Kita pasti suka dan senang kan kalau ada orang yang berterima kasih karena telah membantu mereka? Nah, perasaan ini bisa timbul juga, lho. Sekalipun yang mengucapkan terima kasih adalah kita sendiri dan ditujukan kepada diri sendiri. Try it!

Kilas balik perjalanan hidup. Sesekali ketika jenuh dan bosan melanda, kita boleh berkilas balik ke masa dahulu. Masa awal ketika baru saja merintis karir atau usaha yang dijalani saat ini. Ingatlah saat-saat terberat dan terburuk sebelum akhirnya mendapatkan balasan yang menyenangkan dan karir yang terus meningkat.

Bayangkan betapa amazing-nya diri kita bisa melewati itu semua dan bertahan hingga sekarang. Pasti semua itu terjadi berkat tak hanya tekad diri sendiri tetapi juga dukungan dari keluarga, sahabat, kerabat, dan orang-orang terdekat kita. Pasti banyak doa yang tersampaikan pada-Nya namun tanpa kita ketahui.

Hidup kita adalah mimpinya orang lain. Ketika kita berada di posisi terbaik saat ini. Di sepanjang karir kita, tanpa disadari banyak mata memandang yang juga berharap memiliki kehidupan seperti kita saat ini. Bukan berarti geer, tetapi bisa jadi memang kehidupan kita saat ini adalah kehidupan yang diimpikan oleh orang lain.

Pernahkah melihat orang yang dirasa lebih “wah” dalam hal karir melebihi apa yang kita punyai saat ini? Lalu kita merasa sedikit iri, berangan-angan memiliki kehidupan yang sama seperti mereka? Yaa, kurang lebih begitulah. Saling mendambakan kehidupan orang lain yang dirasa lebih dari apa yang kita miliki saat ini. Istilahnya “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.”

Pikirkan manfaatnya. Kita bekerja sebagai apa? Guru? Dokter? Perawat? Penyedia jasa lainnya? Pikirkan beberapa hal manfaat yang bisa didapatkan dari kita. Hal itulah yang akan menjadi amalan kita bagi mereka. Kebaikan yang tak bisa diukur dengan materi namun insyaAllah pahalanya akan mengalir kepada kita. Bukankah membantu orang lain agar terpenuhi kebutuhannya itu adalah suatu kebaikan?

Guru membantu manusia menjadi pintar dan melakukan banyak hal. Dokter menyembuhkan penyakit dan membantu menyehatkan orang sakit sehingga pasiennya menjadi sehat dan keluarganya kembali berbahagia. Begitu pula perawat dan profesi-profesi lainnya. Yang halal pastinya.

Maka, jangan pernah berhenti dan merasa jenuh, ya? Banyak orang di luar sana yang ternyata “membutuhkan” tenaga dan jasa kita.

Bersyukur. Kita masih memiliki pekerjaan untuk terus bisa membiayai kehidupan sendiri dan juga orang lain seperti orang tua dan sebagainya. Lihatlah di luar sana. Masih banyak orang yang mencari pekerjaan demi mendapatkan sesuap nasi. Berjalan berkeliling kesana kemari, sekadar menawarkan perbaikan remote tv, sol sepatu, cukur rambut, dan sebagainya. Harus berpanas-panas dan kehujanan. Sedangkan kita, masih bisa bekerja dan berkegiatan di dalam rumah tanpa kekurangan suatu apapun. Syukurilah semua itu. Perbanyaklah bersyukur, agar Allah SWT menambah nikmat-Nya.

Niatkan untuk Ibadah. Seberapa banyak dari kita yang menjalankan pekerjaan saat ini dan meniatkannya selalu dalam rangka beribadah untuk-Nya? Seringnya kita melakukan pekerjaan lebih kepada untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan.

Seringkali kita lupa bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah sarana untuk ibadah jika menyadarinya. Bukankah dengan berpenghasilan lebih, kita jadi dimampukan untuk bersedekah, berinfak, berzakat, dan sebagainya? Berbagi itu bisa berupa ilmu, tenaga, uang, makanan, nasihat, dan sebagainya.

Sayang sekali jika tidak kita niatkan untuk beribadah kepada-Nya. Bukankah kehidupan di dunia ini adalah sarana untuk mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi hari akhirat kelak? Sayang sekali jika niat bekerja tidak sekaligus diniatkan sebagai ibadah.

Sudah lelah di dunia, eh di akhirat lebih lelah lagi karena tak punya bekal. Ruginya dobel, deh.

Maka, supaya kita tetap semangat. On fire. Ingatlah selalu hal-hal di atas ya? Sesekali memghibur diri dengan bersantai sejenak atau mencari hiburan itu tidak dilarang asal tidak berlebihan. Sebab masa istirahat kita yang sesungguhnya adalah saat sudah mencapai kemenangan yang hakiki.

Apakah itu? Ketika kita sudah berada di dalam surga-Nya. So, are you ready to stay on fire?

Wallahu alam bishowwab.

Salam literasi.

***

Editor: DLZ’s crew.

Gambar: Canva

dailyliteracyzone.com/rheailhamnurjanah

One comment on “STAY ON FIRE!

Mae Maemunah

Terima kasih adalah ucapan ringan tapi dalam artinya ketika dilakukan sungguh-sungguh bukan basa basi ya teh?

Reply

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: