Sunday, 25 October, 2020

Daily Literacy zone

Tag: parade nulis


(Penulis: Frida Aulia) Berkata seorang bijak, “Ujian adalah sebuah pelajaran dari Tuhanmu.” Tengadah tanganMenguntai doa harapanMeski lisan penuh ancamanTetap kecut dengan deraan Setiap inci hidup tak luput dari kesombonganHarta dan tahta digadangPenuh kepongahanBerjuta mata luput dari pandangan Masih berharap ada Read more…


(Penulis: Ida Saidah) Cerita tentangmu menenun takut bangsa di duniaPara pemimpin negara rumuskan aneka kebijakanDiam di rumah, swaisolasi Masjidil Haram, Nabawi, dan masjid lainnya sepi sunyiSekolah dan kampus hanya berisi bangkuKantor-kantor ditinggalkan pekerja Hiruk-pikuk pasar melemahRumah bordil, bar, kafe kehilangan Read more…


(Penulis: Isnaini Nasuka R) Semua terpekur bertanya diriAdakah ini akhir semua yang tiada kekalHanya saja ada yang tak bisa disangkalSebelum semua akibat tak bisa dihindari Tuhan merindu kita, lebih mendekat, merapatSejatinya kita tak luput akan qodratTidak DIA jadikan dunia seisinya Read more…


(Penulis: Asri Susila Ningrum) SenjaMerangkak perlahanWarna merah tembagaMembungkus cahaya mentari sore Suara azan di masjid menggemaNamun terasa lirihBagaikan sembiluTerluka AdaSuatu masaKita tidak bisaBerdoa dan beribadah di sana Padahal dahulu berat tapakMelangkah meski disuruhTapi kiniRindu SepiHanya cecakBerdendang di pojok plafonIa dan Read more…


(Penulis: Mira Dj) Jingga pun lindapAda jejak tertinggalTak mau hilang Rindu melantunPada angan yang berlariPudar dikejar Gunung menjulangKaki lemah terus mendakiNapas memburu Onak dan duriBukan lagi perintangPeluh bersimbah Mungkin ‘kan sampaiPada batas lelangitMereguk asa Atau terjungkalJadi seonggok tanahDi dasar hutan Read more…


(Penulis: MaySilla) Semua persiapan telah kita lakukanDari nyanyian, tarian dengan kolaborasi yang bersinergiUntuk sebuah momen yang akan menorehkan kisahPerpisahan Hingga makhluk Allah yang tak kasat mata yang diberi nama CoronaMembubarkan semua rencana kita, rencana semua manusiaAgar di rumah saja. “Bu, Read more…


( Penulis: Suratmi) Hujan .…Malam ini engkau hadir kembalimengisi relung hati. Gemuruhmu menggetarkan jemariku ‘tuk menari Jemari nan lentikMengajakku untuk menari, namun kutak kuasa diriAkhirnya kutarik kembaliSelimut yang sunyi Hujan ….Dalam derasmu, ku berdoa. Kuselipkan nama dia (Corona)hempaskan diaLenyapkan diaEnyahkanlah Read more…


(Penulis: Maepurple) Kini aku ambil pelajaranDari semua yang terjadiHanya raga yang bersimpuhDi depan haribaan-Mu Kini aku ambil pelajaranAku tahu arti semua takdir-MuHanya mereka yang adaKeluarga yang kusayang Ampuni aku, ya RobbPenuh dengan gelimangan dosaAku berserah diri kepada-MuDari congkaknya hati ini Read more…


(Penulis: Meyda Sultan Darusman) Aku adalah Corona. Cantik dan keren nama yang kumiliki. Aku juga salah satu makhluk ciptaan Tuhan. Tapi aku memiliki tugas yang tak biasa. Tugasku menguji umat manusia. Bukan hanya pada satu kaum, bukan banya pada satu Read more…


(Penulis: Untari) Tuhan .…Maafkan … sungguh maafkanSudah lama tangan ini tak menengadahSudah lama hati ini tak terarah Teguran-Mu kali ini sungguh hebatPongah hamba-Mu habis terbabatMembuat tawa berganti ratapMembasahi mata yang redup menatap Kalang kabutSemua berebutLari lintang pukangTakut jika dipanggil oleh-Mu Read more…

%d blogger menyukai ini: