Saturday, 24 October, 2020

Daily Literacy zone

Tag: puisi


(Penulis: Frida Aulia) Berkata seorang bijak, “Ujian adalah sebuah pelajaran dari Tuhanmu.” Tengadah tanganMenguntai doa harapanMeski lisan penuh ancamanTetap kecut dengan deraan Setiap inci hidup tak luput dari kesombonganHarta dan tahta digadangPenuh kepongahanBerjuta mata luput dari pandangan Masih berharap ada Read more…


(Penulis: Lia Anelia) Dulu kita berharap punya waktu luangAgar bisa berkumpul pulang Bersama keluarga tersayangTak melulu bekerja banting tulang Dulu kita bermimpi jalanan kembali lengangTak melulu macet mengular panjangHingga waktu habis terbuangDalam setiap perjalanan yang berulang Dulu kita kerap mengeluh tak Read more…


(Penulis: Ida Saidah) Cerita tentangmu menenun takut bangsa di duniaPara pemimpin negara rumuskan aneka kebijakanDiam di rumah, swaisolasi Masjidil Haram, Nabawi, dan masjid lainnya sepi sunyiSekolah dan kampus hanya berisi bangkuKantor-kantor ditinggalkan pekerja Hiruk-pikuk pasar melemahRumah bordil, bar, kafe kehilangan Read more…


(Penulis: Isnaini Nasuka R) Semua terpekur bertanya diriAdakah ini akhir semua yang tiada kekalHanya saja ada yang tak bisa disangkalSebelum semua akibat tak bisa dihindari Tuhan merindu kita, lebih mendekat, merapatSejatinya kita tak luput akan qodratTidak DIA jadikan dunia seisinya Read more…


(Penulis: Mira Dj) Jingga pun lindapAda jejak tertinggalTak mau hilang Rindu melantunPada angan yang berlariPudar dikejar Gunung menjulangKaki lemah terus mendakiNapas memburu Onak dan duriBukan lagi perintangPeluh bersimbah Mungkin ‘kan sampaiPada batas lelangitMereguk asa Atau terjungkalJadi seonggok tanahDi dasar hutan Read more…


( Penulis: Suratmi) Hujan .…Malam ini engkau hadir kembalimengisi relung hati. Gemuruhmu menggetarkan jemariku ‘tuk menari Jemari nan lentikMengajakku untuk menari, namun kutak kuasa diriAkhirnya kutarik kembaliSelimut yang sunyi Hujan ….Dalam derasmu, ku berdoa. Kuselipkan nama dia (Corona)hempaskan diaLenyapkan diaEnyahkanlah Read more…


(Penulis : Allys Setia) Biarkan panasnya cahaya metariEsok menyeruakan sebuah senyumku murniRancu rumput menyisakan gundah tak inginiAkar sekuat baja pun luluh menjelma putriNikmati kehendak-Nya yang kuat mengunciIndahnya keagungan Penguasa langit bumi Urungkan semua nafsu yang menggelutiNirwana membagi duka dikelukan empatiTuntun Read more…


Oleh : Vaiana Teruntuk wabah bernama Covid-19,kau datang bukan semata-mata untuk menyapa kami saja, bukan?Kehadiranmu dengan berbagai dampak yang ditimbulkan tentu tak luput dari kehendak-Nya.Termasuk beberapa agenda yang sudah terjadwal akhirnya harus gagal. Pun rencana yang juga berujung jadi wacana. Read more…

%d blogger menyukai ini: